Antisipasi Karhutla Lebih Awal, Gubernur Sumsel Siagakan Tim BPBD

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyatakan, akan menyiagakan kembali tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kalau karhutla terlambat diatasi, akan berdampak luas dari sebaran pertamanya. Biasanya memasuki bulan Maret sudah ada tanda-tanda munculnya titik api. Kita akan siagakan petugas pemadaman, begitu terjadi karhutla segera diatasi," ujar dia, Rabu (5/1).
1. Sudah diinstruksikan Presiden Joko Widodo

Herman Deru mengungkapkan, bahwa Sumsel menjadi wilayah rawan terhadap bencana alam. Berkaca pada pengalaman tahun 2019 di mana, bencana karhutla menjadi masalah serius.
"Kita sudah diinstruksikan Presiden Joko Widodo untuk mencegah karhutla se dini mungkin di wilayah masing-masing," ungkap dia.
2. Pantau titik api pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau

Herman Deru melanjutkan, pada masa peralihan musim hujan dan kemarau saja, titik api sudah bisa terpantau. Sementara, kondisi geografis wilayah rawa-rawa membuat wilayah seperti Sumsel mudah terbakar.
"Ya paling tidak kita berharap di masa mendatang karhutla dan bencana alam lainnya itu dapat kita kurangi melalui upaya preventif, sehingga korban dampak bencana dan kerugian dapat kita minimalisir," ujar dia.
3. BPBD Sumsel pilih sosialisasi dan tingkatkan patroli cegah karhutla

Sementara, Kepala Bidang Penanganan Bencana BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, pada tahun 2019 lalu luas lahan dan hutan yang terbakar di Sumsel mencapai 361.000 hektare (Ha). Karhutla terbesar juga pernah terjadi pada tahun 2015 lalu, dengan total luas 600.000 ha.
Untuk mencegah agar tahun 2020 tidak terjadi karhutla, BPBD sudah mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat. "Kita upayakan untuk pencegahan melalui sosialisasi dan penyadaran serta memperkuat patroli," tandas dia.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb



















