Pembiayaan Ekosistem Ekspor Kopi Sumsel Capai Rp2,37 Miliar

Palembang, IDN Times - Keberhasilan ekosistem ekspor Kopi Sumatra Selatan (Sumsel) tak terlepas dari dukungan dan kemudahan akses pembiayaan perluasan bisnis khusus komoditas kopi. Kesuksesan ekosistem industri kopi ini seiring dengan tembus perdana pasar luar negeri ke Malaysia dan Austalia.
"Sepanjang 2024, pembiayaan yang diberikan untuk sektor kopi Sumsel mencapai lebih dari Rp2,37 miliar," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel Arifin Susanto, Rabu (15/1/2024).
1. Pelaku usaha kopi Sumsel mendapatkan surat LC untuk membentuk ekosistem bisnis

Berperan dalam pengembangan bisnis kopi Sumsel, OJK menjadi salah satu pihak yang menginisiasi kopi tembus pasar nasional serta sebagai jembatan antara pelaku usaha dan jasa keuangan bisa membentuk ekosistem bisnis kopi mandiri.
Ekosistem mandiri khusus kopi kata Arifin, selanjutnya perbankan menerbitkan surat perjanjian Letter of Credit (LC) untuk memastikan petani akan dibayar dimuka dari penjualan hasil produksi kopi.
"Pencapaian ini tidak terlepas dari peran aktif OJK) dan Sekretariat Bersama Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah yang bekerja sama berbagai lembaga jasa keuangan," jelasnya.
2. Ekosistem ekspor kopi Sumsel untuk mendorong daya bisnis global

Eksosistem kopi Sumsel secara mandiri menurut Arifin sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas, kapasitas usaha, serta akses teknologi dan pasar bagi petani kopi.
Mekanisme pengembangan ekonomi kopi Sumsel tersistem pola business matching. Harapannya, pelaku usaha khususnya petani kopi memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring dan mendapatkan akses permodalan.
"Sekaligus mampu meningkatkan daya saing di pasar global," kata Arifin.
3. Pemprov Sumsel bakal evaluasi dan monitoring mekanisme ekosistem ekpor kopi

Sistem Business matching, lanjutnya, sejalan dengan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang bertujuan mendukung inklusi keuangan Sumsel.
Melalui ekosistem bisnis kopi, kedepan Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga akan melakukan evaluasi dan monitoring lanjutan.
"Ekspor perdana menandai aksi evaluasi, monitoring, dan kontinuitas ekspor ke pasar internasional yang potensial," jelas dia.
4. Balai karantina Sumsel fasilitasi fumigasi kopi yang bakal diekspor

Kopi Sumsel akan dikirim ke pasar Malaysia dan Australia pada 19 Januari 2025. Pengiriman itu menjadi ekspor perdana dari Pelabuhan Boom Baru Palembang. Sebelum ekspor dilakukan, kopi tersebut sudah mendapatkan perlakuan fumigasi sesuai syarat negara penerima dan aturan balai karantina.
Menurut Kepala Karantina Sumsel Kostan Manalu, setiap negara tujuan ekspor memiliki aturan dan protokol masing-masing. Terutama teknis fumigasi dengan ketentuan International Standar for Phytosanitary Measure (ISPM) Nomor 43.
"Karantina Sumsel selalu mendukung fasilitasi perdagangan internasional, kami berharap negara mitra dapat melihat Indonesia sebagai mitra strategis perdagangan internasional," kata dia.



















