Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Temukan Bayi Baru Lahir di Semak Belukar Empat Lawang
Petugas sat pol PP Empat Lawang saat mengevakuasi bayi perempuan di semak belukar. (Dok. IDN Times)
  • Posisi bayi berada di dalam lubang semak-semak dekat jalan SD 29

  • Berat badan bayi tergolong rendah dan saat ini dirawat menggunakan inkubator

  • Diduga pemotongan tali pusat tidak menggunakan alat medis

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Empat Lawang, IDN Times -‎ Penemuan sesosok bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan membuat geger warga Desa Mekarti Jaya (3B), Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang pada Senin (13/4/2026).

Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dalam lubang semak belukar dengan tali pusar dan bercak darah masih menempel pada tubuhnya. Dengan suara rintihan lemahnya, sang bayi lantas dibawa oleh petugas Satpol PP ke RSUD setempat untuk mendapatkan penanganan medis.

1. Bayi ditemukan di dalam lubang semak-semak dekat jalan SD 29 Tebing Tinggi

ilustrasi bayi (pixabay.com/bongbabyhousevn)

Penemuan bermula saat seorang warga yang melintas di jalan sepi dekat SD 29 Tebing Tinggi arah Desa Mekarti Jaya mendengar suara dari arah semak-semak. Warga kemudian melapor kepada petugas Satpol PP Empat Lawang yang segera meluncur ke lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Dinas Satpol PP Empat Lawang, Masagus Nawawi, mengatakan anggotanya telah melakukan evakuasi terhadap bayi yang sengaja dibuang tersebut.

“Kami segera merespons laporan dari masyarakat yang pertama kali melewati lokasi. Saat kami datang, posisi bayi berada di dalam lubang semak-semak. Lokasinya di jalan dekat SD 29 arah ke Desa Mekarti Jaya,” ujarnya.

Petugas langsung membawa bayi tersebut ke RSUD Empat Lawang untuk mendapatkan pertolongan medis dan perawatan intensif. Untuk sementara waktu, pengawasan dan perlindungan terhadap bayi ini berada di bawah wewenang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Empat Lawang.

2. Berat badan bayi tergolong rendah dan saat ini dirawat menggunakan inkubator

ilustrasi bayi yang baru lahir (freepik.com/rawpixel.com)

Direktur RSUD Kabupaten Empat Lawang, dr. Devi Andrianti menjelaskan, bayi tersebut diterima melalui Unit Gawat Darurat (UGD) setelah diantar oleh personel Satpol PP. Saat tiba, kondisi bayi tanpa pakaian dan hanya dibalut kain berwarna merah.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,1 kilogram, panjang badan 42 cm, lingkar kepala 28 cm, lingkar dada 26 cm, dan lingkar perut 24 cm," ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, bayi tersebut langsung mendapatkan perawatan intensif. Mengingat berat badan yang tergolong rendah, bayi saat ini dirawat menggunakan inkubator sesuai prosedur medis.

“Kondisi bayi saat ini secara umum tampak baik, namun masih memerlukan pemantauan intensif. Saat ditemukan, tubuh bayi masih basah, sehingga diperkirakan baru dilahirkan sekitar satu jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

3. Diduga pemotongan tali pusat tidak menggunakan alat medis

ilustrasi bayi baru lahir (unsplash.com/Visualss)

Devi menambahkan, kondisi ari-ari bayi menunjukkan kejanggalan. Diduga pemotongan tali pusat tidak menggunakan alat medis yang semestinya, karena terlihat tidak rapi. Selain itu, ditemukan sejumlah luka pada tubuh bayi, baik di bagian depan maupun belakang, termasuk kepala.

"Luka tersebut diduga akibat gigitan hewan semut atau gesekan dengan semak berduri di lokasi penemuan," ucapnya.

Hingga saat ini pihak rumah sakit belum dapat memastikan berapa lama bayi tersebut akan menjalani perawatan. Hal ini masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan bayi berdasarkan pemantauan dokter spesialis anak.

"Pastinya, saat ini bayi kami rawat secara intensif dan maksimal. Kami akan terus memantau perkembangannya sambil menunggu proses selanjutnya,” ungkapnya.

Editorial Team