Warga Sumsel Bisa Dapat Bibit Pohon Gratis Modal KTP, Menhut Beberkan Caranya

- Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Banyuasin menyiapkan hingga lima juta bibit per tahun, dengan kapasitas maksimal 10 juta bibit bila fasilitas dioptimalkan.
- Warga Sumatra Selatan dapat memperoleh maksimal 25 bibit per KTP melalui koordinasi dengan dinas terkait, untuk penghijauan, rehabilitasi lahan, agroforestri, dan penanaman produktif.
- Persemaian menyediakan beragam bibit pohon dan tanaman bernilai ekonomi, sementara Gubernur Herman Deru menyoroti tantangan pengawasan hutan Sumsel yang luas dan keterbatasan polisi kehutanan.
Banyuasin, IDN Times - Masyarakat Sumatra Selatan kini memiliki akses untuk mendapatkan bibit pohon secara gratis untuk penghijauan maupun penanaman produktif. Melalui Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Banyuasin, pemerintah menyiapkan hingga lima juta batang bibit setiap tahun yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan masyarakat bisa mendapatkan bibit gratis melalui dinas terkait. Bahkan nantinya mekanisme distribusi bibit tersebut akan diperluas untuk menjangkau masyarakat.
"Satu KTP bisa 25 bibit. Bisa berkoordinasi dengan dinas terkait supaya lebih sederhana," ungkap Raja Juli saat peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Banyuasin, Jumat (7/8/2026).
1. Ini jenis tanaman yang bisa didapat

Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo yang berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo memiliki kapasitas produksi lima juta batang bibit per tahun. Jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan hingga 10 juta batang apabila seluruh fasilitas dimaksimalkan.
Bibit yang tersedia dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penghijauan lingkungan, rehabilitasi hutan dan lahan, penanaman di kawasan masyarakat hingga pengembangan agroforestri.
Raja Juli menyebutkan, Kemampo menjadi salah satu pusat persemaian besar dari jaringan persemaian nasional. Saat ini pemerintah mengembangkan 59 lokasi persemaian di Indonesia, dengan sembilan di antaranya memiliki kapasitas produksi lebih dari lima juta bibit per tahun.
"Persemaian, bibit unggul yang baik untuk menghijaukan kabupaten dan kota," jelasnya.
2. Pilihan bibit yang beragam

Tidak hanya tanaman penghijauan, Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo juga menyediakan berbagai jenis bibit yang memiliki nilai ekonomi. Beberapa di antaranya kasturi, kapul, ramania, meranti, ulin, gaharu, tembesu, ketapang kencana, pucuk merah, tabebuya hingga tanjung.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan bibit tanaman penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), seperti duku, durian, petai, jengkol, alpukat, sawo, kemiri dan sirsak.
"Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo menyediakan bibit berkualitas secara gratis untuk mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan," ungkap Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata.
3. Gubernur soroti tantangan kawasan hutan di Sumsel

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk menjaga kelestarian lingkungan di Sumsel.
Deru mengatakan sebagian besar kawasan hutan di Sumsel masih terjaga karena adanya kesadaran masyarakat. Namun, luas wilayah hutan yang besar membuat pengawasan masih menjadi tantangan.
"Kita memang kekurangan polisi kehutanan, karena wilayah di Sumsel cukup luas," katanya.


















