Tim BKSDA Sumbar melakukan penyisiran lokasi ditemukan jejak harimau sumatra di Koto Sani Solok (Foto: Dok BKSDA Sumbar)
Hartono mengatakan, tim yang diturunkan tetap berada di lokasi hingga keadaan dipastikan aman dan tidak ada lagi tanda-tanda kemunculan harimau.
"Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan yang baru, akan dilakukan pemasangan kamera jebak di lokasi untuk memantau pola aktifitas harimau tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk penanganan lebih lanjut," katanya.
Menurutnya, tim yang diturunkan telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko interaksi negatif dengan harimau.
"Masyarakat bisa melakukan aktivitas di luar rumah secara berkelompok, ketika masih terang dan mengurangi di malam hari. Membuat bunyi-bunyian yang cukup keras ketika sedang di luar rumah, serta menempatkan hewan peliharaan atau ternak di dalam kandang," katanya.