Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Umat Hindu Palembang Nyepi Tanpa Ogoh-ogoh: Hormati Puasa Muslim

Umat Hindu Palembang Nyepi Tanpa Ogoh-ogoh: Hormati Puasa Muslim
Upacara Tawur Kesanga di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Umat Hindu di Palembang merayakan Nyepi tanpa ogoh-ogoh untuk menghormati umat Muslim yang sedang berpuasa Ramadan.
  • Upacara Tawur Kesanga digelar sebagai bagian penting menjelang Nyepi, bertujuan menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.
  • Sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan ritual Melasti dan akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam sebagai bentuk pengendalian diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Umat Hindu di Sumatra Selatan, khususnya Kota Palembang, menyambut Hari Raya Nyepi tidak dengan tradisi ogoh-ogoh. Diketahui, ogoh-ogoh merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali, menggambarkan kepribadian Bhuta Kala (sosok raksasa).

"Ogoh-Ogoh itu ramai dengan suara. Kami harus menghormati saudara Muslim yang sedang berpuasa," ujar Ketua Perhimpunan Umat Hindu Sumatera Selatan, I Gede Surya, saat melakukan upacara Tawur Kesanga, Rabu (18/3/2026).

1. Umat Hindu laksanakan Upacara Tawur Kesanga

Upacara Tawur Kesanga di Palembang
Upacara Tawur Kesanga di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diketahui, Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026 dan sebelum melakukan ibadah di hari tersebut, masyarakat beragama Hindu menggelar upacara Tawur Kesanga, bagian penting dalam rangkaian perayaan Nyepi yang bertujuan menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

"Upacara Tawur Kesanga ini merupakan rangkaian menjelang Hari Raya Nyepi. Tujuannya untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya," kata dia.

2. Umat Hindu sampaikan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada muslim

Upacara Tawur Kesanga di Palembang
Upacara Tawur Kesanga di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

I Gede Surya menyampaikan bahwa perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan dan mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Oleh karena itu, katanya, sebagai sesama umat beragama harus saling menghargai dan memiliki toleransi tinggi.

"Kami juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim," jelasnya.

3. Saat Nyepi umat Hindu menghentikan semua aktivitas selama 24 jam

Upacara Tawur Kesanga di Palembang
Upacara Tawur Kesanga di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia melanjutkan, untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau Nyepi 2026 dengan upacara Tawur Kesanga, umat Hindu juga telah melaksanakan ritual Melasti terlebih dahulu pada 14 Maret 2026 di sungai Desa Mulyasari, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin.

Setelah prosesi penyucian tersebut ,dilanjutkan dengan Tawur Kesanga yang merupakan upacara persembahan kepada makhluk ciptaan Tuhan yang berperan menjaga keseimbangan alam.

I Gede Surya menjelaskan bahwa saat Nyepi umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam dengan empat pantangan. Yakni melakukan Amati Geni (tidak menyalakan api atau menahan hawa nafsu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak berpergian) serta Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan).

"Semua aktivitas dihentikan selama 24 jam, termasuk penggunaan media sosial sebagai bentuk pengendalian diri," jelasnya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More