Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Namun, hal penting yang perlu diperhatikan saat menitipkan emas adalah masyarakat harus memastikan emas merupakan emas asli dan bukan palsu. Sebab, Pegadaian tidak menerima penitipan emas mainan atau bukan kadar murni.
Beberapa langkah mudah untuk mengecek apakah emas asli atau tidak meliputi tes magnet, uji tenggelamkan emas, cek nomor verifikasi emas untuk jenis batangan, dan pengecekan melalui uji asam nitrat.
Tes magnet dan uji tenggelamkan emas merupakan salah satu cara paling umum dan sering digunakan untuk mengetahui apakah emas yang ada benar-benar asli dan bukan barang palsu. Sebab, emas asli tidak memiliki sifat magnetis sehingga tidak akan tertarik oleh magnet.
Kemudian, untuk pengecekan emas batangan, cara membedakan emas asli dan palsu adalah melalui pemeriksaan visual serta verifikasi nomor khusus pada emas tersebut. Biasanya logam mulia atau emas batangan memiliki nomor tersendiri. Dalam kebanyakan situasi, item emas akan memiliki stempel atau juga dikenal sebagai ciri khas yang menunjukkan persentase emas yang dikandungnya.
Lalu, tes keaslian emas yang terakhir bisa dilakukan dengan uji asam nitrat, namun harus dengan batasan. Dalam uji asam nitrat, keaslian emas didasarkan pada warna yang dihasilkan. Cara mengujinya, tempatkan emas di atas piring stainless steel. Jangan lupa memakai kacamata pelindung karena tes ini dapat menghasilkan asap.
Selanjutnya, tinggalkan beberapa tetes asam nitrat pada emas dan lihat hasilnya. Jika logam menjadi hijau, itu adalah logam tidak mulia. Namun, jika berubah menjadi emas, itu adalah kuningan berlapis emas.