Sepanjang 2025, BPBD Catat 284 Kejadian Bencana di Sumsel

- BPBD Sumsel mencatat 284 kejadian bencana sepanjang 2025, dengan banjir, angin kencang, dan kebakaran sebagai jenis bencana paling dominan.
- Banjir paling banyak terjadi di Musi Banyuasin, angin kencang di Ogan Ilir, dan kebakaran di Palembang. Tanah longsor terbanyak terjadi di Ogan Ilir.
- Bencana alam mengakibatkan kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, jembatan penghubung, air bersih, serta menimbulkan korban luka-luka dan meninggal dunia.
Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mencatat terdapat 284 kejadian bencana yang melanda wilayah Sumsel sepanjang 2025. Banjir, angin kencang, dan kebakaran menjadi jenis bencana yang paling mendominasi.
"Total bencana sepanjang 2025 sebanyak 284 kejadian. Banjir paling banyak terjadi, ada 107 kali. Kemudian angin kencang 76 kali, kebakaran 66 kali, tanah longsor 27 kali, puting beliung 7 kali, dan banjir bandang 1 kali," ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Jumat (9/1/2026).
1. Kejadian bencana di beberapa daerah di Sumsel

Sudirman mencatat, kasus banjir paling banyak terjadi di wilayah Musi Banyuasin dengan total 17 kali. Kemudian Muara Enim 12 kali, OKU 11 kali, Banyuasin 10 kali dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 9 kali.
Lalu, angin kencang terjadi sebanyak 34 kali di wilayah Ogan Ilir disusul Banyuasin 17 kali. Selanjutnya kebakaran, paling banyak terjadi di Palembang 33 kali, Prabumulih dan Pagar Alam masing-masing 6 kali.
"Sedangkan kejadian tanah longsor, dari laporan paling banyak terjadi di Ogan Ilir 8 kali dan Muba 5 kali," jelas dia.
2. Kerusakan akibat bencana di Sumsel

Sudirman menyebutkan, Sumsel sempat dilanda banjir bandang pada tahun 2025, di wilayah OKU Selatan yang menyebabkan jatuhnya tiga korban jiwa. Lalu angin puting beliung terjadi sebanyak tiga kali di OKU Timur disusul Banyuasin dua kali.
"Total ada 194 rumah rusak berat, 91 rumah rusak sedang, 336 rumah rusak ringan. Lalu 63.422 rumah terendam, 25 fasilitas pendidikan, 9 rumah ibadah, 4 faskes, 1.766 ha sawah dan 200 ha perkebunan," jelas dia.
3. 38.747 KK terdampak selama bencana tahun 2025

Pihaknya juga mencatat bencana alam mengakibatkan 16 jembatan penghubung terdampak. Tak hanya itu saja, jaringan air bersih dan 11 bangunan ikut alami kerusakan. .
"Bencana yang terjadi mengakibatkan 38.747 KK terdampak, 289 KK mengungsi, 9 jiwa luka-luka, dan 5 jiwa meninggal dunia," jelas dia.


















