Palembang, IDN Times – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) mulai menjadi perhatian Dinas Pendidikan. Jika kondisi udara semakin memburuk dan dinilai tidak aman, sekolah di daerah terdampak dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni, mengatakan kebijakan terkait kegiatan belajar-mengajar tidak diberlakukan secara seragam. Setiap sekolah diminta melihat kondisi udara dan situasi di wilayah masing-masing sebelum menentukan langkah.
"Untuk sekolah, kita mengimbau kepada sekolah untuk melihat keadaan di masing-masing kabupaten/kota," kata Mondyaboni, Senin (24/8/2026).
