Pemprov Sumsel Targetkan Daerah Penghasil Beras Terbesar di Indonesia

- Pemprov Sumsel menargetkan menjadi daerah penghasil beras terbesar di Indonesia
- Produksi padi Sumsel naik 23,69% menjadi 3.598.736 ton, menempatkannya sebagai tiga daerah tertinggi secara nasional
- Peningkatan produksi padi disebabkan oleh semangat petani, dukungan stakeholder, dan konsistensi produksi di Banyuasin dan OKU Timur
Palembang, IDN Times - Provinsi Sumatra Selatan menjadi salah satu daerah penyumbang produksi beras terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, Sumsel mampu memproduksi padi sebesar 3.598.736 ton sepanjang tahun.
Angka ini naik 23,69 persen atau 689.325 ton dari produksi tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 2.909.412 ton. Peningkatan ini menempatkan Sumsel sebagai tiga daerah tertinggi secara nasional yang mampu meningkatkan produksi padi setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Ini kerja kolektif kita, Sumsel dalam mendukung program presiden dalam mewujudkan swasembada pangan," ungkap Herman Deru, Jumat (9/1/2026).
1. Apresiasi semangat petani

Menurut Deru peningkatan produksi padi tersebut tidak akan tercapai tanpa semangat dari petani dan buruh tani di sawah. Lalu stakeholder yang setiap saat memberikan penyuluhan dan bantuan dalam bentuk bantuan bibit dan pupuk serta penyerapan hasil panen padi petani.
"Keberhasilan ini milik mereka yang berada di garis depan dalam produksi padi," jelas dia.
2. Dua daerah dapat apresiasi dari Prabowo

Deru menyebutkan, secara khusus produksi padi terbesar di Sumsel terjadi di Banyuasin dan OKU Timur yang secara konsisten mampu menaikkan produksi. Dirinya berharap pertanian Sumsel khususnya produksi padi dapat terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan daerah.
"Banyuasin diapresiasi atas produktivitas tinggi dan konsisten sedangkan OKU Timur diakui sebagai daerah persentase kenaikan proksi terbesar," jelas dia.
3. Tunjukan progres dari tahun ke tahun

Deru berharap 2026 mampu dimaksimalkan Sumsel untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia. Hal ini secara konsisten dilakukan pemerintah daerah sejak tahun 2018 silam.
"Tahun 2018 kita menjadi daerah ke-8 penghasil beras terbesar di Indonesia. Saat COVID-19 lalu kita pacu produksi hingga tembus lima besar dan sekarang tiga besar. Kita akan teruskan pencapaian ini dan terus mengejar untuk menjadi yang pertama," jelas dia.

















