Tahun 2026, Harga dan Ekspor Karet dari Sumsel Diprediksi Merosot

- Harga dan ekspor karet Sumsel diprediksi turun pada 2026 karena kebijakan tarif resiprokal AS dan pembebasan bea masuk karet dari Afrika ke China.
- Kabar negatif dalam industri karet memicu harga karet melandai, terutama di pasar ekspor tertinggi seperti AS, China, Eropa, India, dan Jepang.
- Volume ekspor karet Sumsel meningkat 4.6% sepanjang 2025 menjadi 704.520 ton, dipengaruhi oleh perbaikan harga di pasar global dan kondisi banjir di daerah sentra karet lainnya.
Palembang, IDN Times - Pertumbuhan ekspor komoditas karet di Sumatra Selatan masih mengalami tantangan. Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K. Eddy, memprediksi harga dan pertumbuhan ekspor karet berpotensi turun.
"Pada 2026 ada faktor, potensi mengganggu keberlanjutan industri karet, termasuk di Sumsel," ujarnya, Kamis (8/1/2026).
1. Isu tarif resiprokal Amerika Serikat picu harga karet turun

Alex mengaku, potensi harga dan pengiriman karet ke luar negeri bisa merosot karena pengaruh berbagai kebijakan negara raksasa. Salah satu kekhawatiran yang utama yakni kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).
"Serta rencana pembebasan bea masuk karet dari negara-negara Afrika ke China," jelas dia.
2. Amerika Serikat masih mendominasi pangsa ekspos karet Sumsel

Kata Alex, isu tersebut memicu harga karet melandai. Pasalnya, kabar negatif dalam industri karet mendorong pelemahan harga jual di pasar. Apalagi, segmen ekspor karet tertinggi didominasi oleh AS.
"Pasar utama ekspor karet Sumsel diperkirakan masih didominasi Amerika Serikat dengan pangsa 22 persen, disusul China, Eropa, India dan Jepang," katanya.
3. Ekspor karet Sumsel 2025 dalam tren positif

Sementara berdasarkan pergerakan kinerja ekspor karet Sumsel sepanjang 2025, komoditas ini menunjukkan tren peningkatan seiring membaiknya harga di pasar global.
"Ekspor karet Sumsel periode Januari hingga November 2025 mencapai 704.520 ton. Volume ini meningkat 4,6 persen dibandingkan periode sama tahun 2024 yang tercatat 673.208 ton," jelas dia.
Menurut Alex, perbaikan harga karet sepanjang 2025 turut dipengaruhi berbagai isu. Meliputi kondisi banjir yang melanda sejumlah daerah sentra karet lainnya, sehingga ekspor bertumpu pada Sumsel.

















