Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rentetan Kebakaran Rumah di 4 Kabupaten Sumsel Sekaligus Dalam Sehari
Kebakaran rumah di Sungai Pinang Ogan Ilir. (Dok. IDN Times)
  • Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran kali ini, namun beberapa kepala keluarga harus kehilangan rumah

  • Diduga peristiwa kebakaran dipicu korsleting listrik dan cuaca kering

  • Api langsung dipadamkan oleh Damkar setempat

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Banyuasin, IDN Times -‎ Peristiwa kebakaran rumah terjadi di empat wilayah sekaligus di Sumatra Selatan pada Minggu (7/6/2026). Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran kali ini, namun beberapa kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi dikarenakan bangunan habis terbakar tanpa sisa.

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti banyaknya kasus kebakaran sejak awal Juni 2026. Dugaan sementara, korsleting listrik menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Selain itu, tingginya angka kebakaran rumah saat memasuki kemarau ini disebabkan oleh kondisi udara yang kering, suhu panas ekstrem, dan peningkatan kelalaian manusia.

Udara kering membuat material di sekitar rumah seperti kayu, daun kering, dan perabotan lebih mudah terbakar dan merambatkan api dengan sangat cepat jika tersulut. Berikut IDN Times merangkum 4 peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (7/6/2026).

1. Satu unit rumah ludes di Sungai Lilin Muba, kerugian hingga Rp100 juta

Petugas Damkar Muba saat berjibaku memadamkan api di Sungai Lilin. (Dok. Damkar Muba)

Kebakaran pertama terjadi di RT 02 RW 08, Kelurahan Teluk Kemang, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Satu unit rumah warga ludes dilahap si jago merah pada Minggu (7/6/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Peristiwa kebakaran yang sempat membuat panik warga setempat ini pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari seorang warga bernama Muslim ke pos pemadam kebakaran pada pukul 01.47 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, tim Damkar Pos Sungai Lilin langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian hanya dua menit setelah laporan diterima.

Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya. Kabid Damkar Muba, Dendi Suhendar, mengatakan bahwa begitu laporan diterima, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api merambat ke rumah warga lainnya.

"Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 02.08 WIB dan langsung melakukan proses pemadaman pada pukul 02.10 WIB dengan mengerahkan satu unit armada Damkar Pos Sungai Lilin serta dibantu personel regu lainnya," ujarnya.

Setelah upaya intensif selama kurang lebih 35 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 02.45 WIB. Tim melakukan penyisiran dalam upaya untuk memastikan api benar-benar padam.

"Akibat kejadian kerugian disebabkan mencapai Rp100 juta. Untuk penyebab kebakaran sendiri saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," jelasnya.

2. Empat rumah terbakar sekaligus di Tulung Selapan OKI

Empat rumah terbakar sekaligus di Tulung Selapan OKI. (Dok. IDN Times)

Kebakaran kedua terjadi di RT 05 Jalan Laut, Desa Gajah Mati, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, Minggu (7/6/2026) pagi. Sebanyak empat unit rumah panggung milik warga setempat ludes terbakar dan rata dengan tanah akibat amukan si jago merah. Peristiwa memilukan ini terjadi saat para pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena tengah pergi ke kebun untuk menyadap karet guna mencari nafkah.

Camat Tulung Selapan, Ricat, mengonfirmasi bahwa warga sengaja merusak dan melepas paksa dinding rumah milik Nadi (45) yang posisinya sangat dekat dengan pusat api.

"Tindakan cepat ini terpaksa dilakukan warga agar api tidak ikut merambat lebih luas ke permukiman lain. Alhamdulillah, berkat gotong royong warga, api akhirnya berhasil dipadamkan," ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Ricat menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran dahsyat ini adalah akibat korsleting atau arus pendek listrik. Percikan api diduga kuat berasal dari rumah seorang lansia bernama Rosian (75). Karena material bangunan didominasi kayu, api dengan sangat cepat membesar lalu merambat ke tiga rumah di sebelahnya, masing-masing milik Cirwan (50), Kunuk (48), dan Supardi (70).

"Untuk korban jiwa, dipastikan tidak ada. Kendaraan bermotor juga berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga yang membantu evakuasi. Sementara untuk jumlah kerugian materiil, saat ini masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait, ungkapnya.

Kini, keempat kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal tersebut harus rela mengungsi dan menumpang sementara waktu di rumah kerabat terdekat mereka.

3. Kebakaran rumah di Sungai Pinang Ogan Ilir terjadi saat penghuni tengah tertidur

Kebakaran rumah di Sungai Pinang Ogan Ilir. (Dok. IDN Times)

Kebakaran ketiga melanda sebuah rumah panggung milik warga di Sungai Pinang II, Kabupaten Ogan Ilir. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) petang sekitar pukul 16.10 WIB. Pemilik rumah, Efendi (57), harus kehilangan rumah peninggalan orang tuanya yang diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Kapolsek Tanjung Raja, AKP Sondi Fraguna, mengatakan saat terjadinya kebakaran, penghuni rumah sedang tertidur pulas di lantai atas.

"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB, saat ini penghuni rumah sedang tidur," ujarnya

Kapolsek menambahkan, saat sedang tidur, tiba-tiba penghuni rumah terbangun dan melihat api sudah menyala besar di bagian plafon rumahnya. Melihat hal tersebut, korban langsung bergegas turun ke lantai bawah untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Karena bangunan rumah korban yang sebagian besar terbuat dari material kayu, nyala api dengan cepat melalap habis rumah tersebut," jelasnya.

Barulah sekitar pukul 17.00 WIB, api secara keseluruhan dapat dipadamkan oleh tim gabungan yang berjibaku memadamkan kebakaran. Kapolsek menyebut bahwa sumber api belum dapat dipastikan asal-usulnya, namun diperkirakan berasal dari korsleting arus listrik pada bangunan rumah panggung tersebut.

4. Kebakaran rumah di Empat Lawang terjadi saat penghuni rumah hendak tidur

Kebakaran rumah di Tebing Tinggi Empat Lawang. (Dok. IDN Times)

Selanjutnya, musibah kebakaran melanda permukiman warga di Desa Pajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Minggu (7/6/2026) malam. Satu unit rumah milik warga bernama Amras hangus terbakar tepat saat para penghuninya bersiap untuk tidur dan beristirahat.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Di dalam rumah tersebut, terdapat satu keluarga yang terdiri dari 5 jiwa. Mayoritas dari mereka sudah mulai merebahkan badan dan bersiap untuk tidur malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Eko Bayu Dewanto, mengonfirmasi dugaan sementara bahwa penyebab kebakaran tersebut dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

"Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung menerjunkan satu unit mobil armada pemadam kebakaran dari Zona Tebing Tinggi ke lokasi untuk melakukan penjinakan api," ujar Eko Bayu saat dikonfirmasi.

Berkat respons cepat petugas Damkar dan gotong royong warga setempat, amukan si jago merah akhirnya berhasil diredam dan dipadamkan secara keseluruhan sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga tidak meluas ke rumah-rumah di sekitarnya.

Editorial Team

Related Article