Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Produk UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Pikat Hati di IFW 2026
Produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga jadi perhatian di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Dok.Pertamina Patra Niaga)
  • Narita Shibori melibatkan anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta dalam produksi fesyen inklusif bernilai sosial.
  • Dara Baro dari Aceh mengolah limbah jumputan, tenun, dan batik Nusantara dengan teknik boro Jepang menjadi busana upcycling yang mengurangi limbah tekstil.
  • Pertamina Patra Niaga membawa 11 UMKM binaan dari empat wilayah operasional ke IFW 2026, sekaligus memperluas promosi, pendampingan, dan dampak ekonomi inklusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Di tengah gemerlap panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, sejumlah produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga justru mencuri perhatian karena kisah di baliknya. Sebagian produk yang dipamerkan merupakan hasil karya kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas hingga pelaku usaha yang mengangkat isu keberlanjutan lingkungan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah gerai UMKM Narita Shibori di booth Pertamina Patra Niaga. UMKM ini tidak sekadar memproduksi busana bernilai ekonomis, tetapi juga membuka ruang inklusi bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan dari industri fesyen.

Dalam proses produksinya, Narita Shibori melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta. Kolaborasi ini membuat setiap produk Narita Shibori tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyimpan nilai sosial yang kuat. Konsumen yang membeli produk ini turut mendukung keberlangsungan program pemberdayaan tersebut.

Dara Baro angkat teknik boro dari limbah kain Nusantara

Produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga jadi perhatian di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Dok.Pertamina Patra Niaga)

Cerita lain datang dari gerai UMKM Dara Baro asal Aceh, yang juga menjadi salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga. UMKM ini bergerak di bidang fesyen berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah kain wastra Nusantara, seperti jumputan, tenun, dan batik.

Limbah kain tersebut diolah menjadi busana bernilai tinggi menggunakan teknik boro asal Jepang, yaitu metode menjahit dan menambal ulang atau upcycling kain bekas menjadi pakaian baru. Dengan pendekatan ini, produk Dara Baro tidak hanya tampil indah, tetapi juga ramah lingkungan karena mengurangi limbah tekstil yang terbuang.

Komisaris independen soroti nilai pemberdayaan di balik produk

Produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga jadi perhatian di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Dok.Pertamina Patra Niaga)

Sentuhan kemanusiaan dan nilai keberlanjutan inilah yang membuat Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, tertarik saat mengunjungi booth perusahaan energi tersebut pada Minggu (2/8/2026). Ia menyoroti bagaimana setiap produk yang dipamerkan menyimpan cerita pemberdayaan yang kuat dan menyentuh.

"Produk-produk ini memiliki nilai yang sangat luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat. Ada karya dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas, yang tak hanya menarik untuk digunakan sehari-hari, tetapi juga membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah produk bisa memberi manfaat dan melanjutkan penghidupan banyak orang," ujar Siti Zahra.

Siti Zahra turut meminta Pertamina Patra Niaga memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM agar semakin banyak pihak yang merasakan manfaatnya, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan. Menurutnya, program pembinaan yang dijalankan bukan hanya memperluas pasar UMKM lokal, melainkan juga memperkuat fondasi ekonomi bangsa mulai dari tingkat lokal.

"Saya berharap kolaborasi dan kebersamaan antara Pertamina Patra Niaga dan mitra binaan ini dapat terus berlanjut. Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat pendampingan di wilayah sekitar operasional agar UMKM lokal terus berkembang, naik kelas, dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar," tegas Siti Zahra.

Pembinaan UMKM diklaim sejalan dengan visi pemerintah dan SDGs

Produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga jadi perhatian di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Dok.Pertamina Patra Niaga)

VP Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyambut baik kunjungan Siti Zahra ke booth Pertamina Patra Niaga. Menurutnya, apresiasi dan komitmen dari jajaran komisaris menjadi penyemangat tambahan bagi perusahaan untuk terus menebar manfaat kepada masyarakat, salah satunya lewat program pembinaan UMKM lokal.

"Dukungan penuh dari Dewan Komisaris tentu menjadi amunisi dan motivasi besar bagi kami di tim CID untuk terus memperluas dampak program kemitraan ini. Kami percaya bahwa pemberdayaan UMKM bukan sekadar memberikan bantuan modal atau pelatihan teknis, melainkan membuka ruang yang adil dan inklusif bagi siapa saja, termasuk kelompok disabilitas dan lansia, untuk mandiri serta berdaya saing secara berkelanjutan," tutur Dian.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan program pendampingan dan pembinaan UMKM ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah, yakni meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pertumbuhan ekonomi inklusif, pengurangan ketimpangan, dan penyediaan lapangan kerja layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Melalui pendampingan dan pembinaan UMKM, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh perusahaan tidak hanya berdampak secara bisnis, tetapi juga secara langsung menciptakan multiplier effect yang inklusif, membuka lapangan kerja berkualitas dan menguatkan daya saing wirausaha lokal sesuai arahan Asta Cita dan capaian SDGs," tutur Kitty.

Sebelas UMKM binaan tampil mewakili empat wilayah operasional

Produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga jadi perhatian di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Dok.Pertamina Patra Niaga)

Total ada 11 UMKM binaan yang dibawa Pertamina Patra Niaga ke ajang IFW 2026. Selain Narita Shibori dan Dara Baro, ada pula Guns Leather, Ramiza Boutique, Vite, Dimas Batik, Meeta Fauzan, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry.

Kesebelas UMKM tersebut mewakili wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), serta Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Keikutsertaan mereka di IFW 2026 sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal ke panggung yang lebih luas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article