Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Manggala Agni Catat Pola Kebakaran Besar di Sumsel, Terjadi Berulang

Kota Palembang
Manggala Agni Catat Pola Kebakaran Besar di Sumsel, Terjadi Berulang
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Manggala Agni mencatat pola karhutla berulang di Sumsel sejak Juni, terutama dari Jumat hingga Minggu dengan waktu kemunculan api yang cenderung serupa.
  • Di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Indralaya, api yang tuntas dipadamkan tengah malam kembali muncul serentak pada pagi hari di titik berdekatan.
  • Penyebab kebakaran berulang masih ditelusuri, sementara musim hujan diperkirakan baru tiba November 2026 dan banyak kawasan rawan karhutla belum terbakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) menunjukkan pola berulang. Tim Manggala Agni menemukan sejumlah kebakaran, terjadi pada waktu hampir sama.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pola tersebut mulai terlihat sejak karhutla Juni lalu. Kebakaran banyak terjadi menjelang akhir pekan hingga Minggu, dengan waktu kejadian yang juga cenderung serupa.

"Kebakaran di Sumsel ini kejadiannya banyak terjadi sejak hari Jumat sampai Minggu. Jamnya pun mirip-mirip. Ini yang agak aneh pola kejadiannya," ungkap Ferdian, Sabtu (12/9/2026).

  1. 1. Sudah padamkan api lahan kembali terbakar

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menurut Ferdian, pola tersebut bukan hanya terlihat dari waktu munculnya api. Tim di lapangan juga mendapati kebakaran kembali terjadi di sekitar lokasi yang sebelumnya telah selesai dipadamkan.

    Kondisi itu salah satunya ditemukan dalam penanganan karhutla di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Tim Manggala Agni melakukan pemadaman sejak sore hingga api dinyatakan tuntas pada tengah malam.

    Namun, pada pagi harinya, sejumlah titik api kembali muncul secara berdekatan dengan lokasi yang sebelumnya dipadamkan.

    "Kemarin itu serentak dari sore sampai tengah malam, tuntas tengah malam tadi. Ini tadi jam 6 kejadian muncul lagi banyak barengan. Kayak ngerjain terus," jelasnya.

  2. 2. Curiga kebakaran disengaja

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Ferdian mengatakan, kejadian dengan pola serupa lebih banyak ditemukan pada lokasi yang berada di sekitar permukiman dan lahan tidur. Beberapa titik juga berada di sekitar fasilitas umum, termasuk jalan tol dan jalan raya.

    Meski demikian, tim belum memastikan penyebab munculnya api yang berulang tersebut. Dugaan adanya unsur kesengajaan juga belum dapat disimpulkan karena motif maupun pihak yang mungkin terlibat masih dalam penelusuran.

    "Entah motifnya apa lagi, campur-campur, curiga bener ini apa motifnya," kata Ferdian.

  3. 3. Musim kemarau belum berakhir

    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman
    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

    Ia menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena ancaman karhutla di Sumsel belum berakhir. Berdasarkan prediksi cuaca, musim hujan baru diperkirakan datang pada November 2026 sehingga masih terdapat waktu cukup panjang bagi potensi kebakaran untuk terjadi.

    "Kejadian kebakaran masih masif, apalagi kondisi kemarau masih dua bulan lagi," kata Ferdian.

    Selain pola kebakaran yang berulang, masih terdapat sejumlah kawasan yang selama ini menjadi lokasi langganan karhutla tetapi belum terbakar pada musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut membuat potensi munculnya titik api baru masih cukup besar.

    "Yang terbakar sekarang memang langganan, tapi masih banyak lagi yang belum terbakar. Ini jadi perhatian bersama karena musim kemarau belum berakhir," ungkapnya Ferdian.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More