Pertamina Klaim Pasokan BBM di Sumsel Aman Termasuk Stok Solar

- Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM di Sumatra Selatan aman hingga Idul Fitri 2026 dengan menambah stok gasoline 3.158 KL dan gasoil 1.567 KL.
- Pasokan LPG 3 kilogram juga ditingkatkan sebanyak 878 metric ton untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan rumah tangga dan UMKM selama periode Ramadan dan Lebaran.
- Pertamina membentuk Satgas RAFI 2026 guna memantau distribusi energi, didukung infrastruktur operasional seperti terminal BBM, SPBU, agen LPG, serta layanan siaga di jalur utama dan wisata.
Palembang, IDN Times - Pertamina Patra Niaga mengklaim pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatra Selatan dalam kondisi aman hingga Idul Fitri 2026. Pertamina juga melakukan penguatan stok BBM dengan menambah pasokan energi untuk produk gasoline dan gasoil (solar).
"Sebagai bentuk penguatan pasokan, kami tambah stok energi. Produk Gasoline, dilakukan build up 3.158 KL dan Gasoil (solar) ditambah 1.567 KL untuk mendukung kelancaran distribusi logistik dan aktivitas transportasi," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, Senin (9/3/2026).
1. Pertamina tambah pasokan LPG 3 kg

Selain penambahan pasokan BBM, langkah Pertamina Patra Niaga untuk menjaga energi di wilayah Sumsel juga dilakukan dengan menambah pasokan LPG khusus ukuran 3 kilogram.
"LPG 3 kg pasokan ditambah 878 metric ton untuk antisipasi peningkatan kebutuhan, terutama di sektor rumah tangga dan UMKM," kata dia.
2. Satgas Pertamina akan kawan penyaluran dan distribusi energi

Langkah Pertamina menjaga stok energi dalam kondisi geopolitik yang saat ini bergejolak, kata Rusminto, juga dilakukan dengan menyiapkan kebutuhan operasional secara menyeluruh, termasuk pengawasan distribusi energi di tiap wilayah.
Dia menyampaikan bahwa atas potensi peningkatan konsumsi energi dan adanya kekhawatiran masyarakat saat keadaan perang negara lain, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
"Tim ini akan mengawal penyaluran BBM, LPG, dan Avtur agar tetap aman dan lancar," jelasnya.
3. Pertamina optimalisasi kesiapan sarana dan prasarana

Rusminto menambahkan bahwa pemantauan pengiriman energi juga didukung dengan kesiapsiagaan Satgas RAFI 2026 dalam proses pengecekan seluruh sarana dan fasilitas (sarfas) penyaluran energi.
"Kami juga menyiapkan infrastruktur penyaluran secara optimal agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi," kata dia.
Dari sisi infrastruktur, lanjutnya, Pertamina Patra Niaga menyediakan 10 Terminal BBM, 2 Terminal LPG, 673 SPBU, 57 SPBE, 532 Agen LPG, serta 6 Aviation Fuel Terminal (AFT) yang seluruhnya dalam kondisi operasional untuk memenuhi kebutuhan.
Kemudian, kata Rusminto, layanan tambahan juga disiapkan di jalur potensial seperti jalur tol, jalur wisata dan jalur lintas utama, meliputi 144 SPBU Siaga, 479 outlet pangkalan LPG Siaga, 9 unit motorist, 6 mobil tangki standby, serta 2 unit Serambi MyPertamina untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

















