Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perjalanan Politik Alex Noerdin Gubernur Sumsel 2 Periode, Tutup Usia 75 Tahun

Perjalanan Politik Alex Noerdin Gubernur Sumsel 2 Periode, Tutup Usia 75 Tahun
Gubernur Sumsel 2008-2018 Alex Noerdin (Dok: Alex Noerdin)
Intinya Sih
  • Alex Noerdin, Gubernur Sumatra Selatan 2008–2018 dan putra pejuang kemerdekaan Noerdin Pandji, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah perjalanan panjang di dunia politik.
  • Kariernya dimulai dari birokrasi daerah hingga menjadi Bupati Musi Banyuasin dua periode, lalu menjabat Gubernur Sumsel dua kali dan Anggota DPR RI periode 2019–2024.
  • Di bawah kepemimpinannya, Palembang sukses menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dan Asian Games 2018, meski akhir kariernya diwarnai kasus korupsi yang menjeratnya di pengadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan periode 2008–2018, Alex Noerdin, meninggal dunia dalam usia 75 tahun. Ia dikenal sebagai sosok politikus yang malang melintang dalam catur politik Bumi Sriwijaya.

Alex merupakan putra dari pahlawan kemerdekaan asal Sumsel, Noerdin Pandji. Alex Noerdin dikenal sebagai birokrat sejati, membangun karier politiknya mulai dari PNS. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) sebelum kemudian terpilih menjadi Gubernur Sumsel dua periode.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024. Berikut IDN Times merangkum profil Alex Noerdin:

Table of Content

1. Latar belakang dan pendidikan Alex Noerdin

1. Latar belakang dan pendidikan Alex Noerdin

Latar belakang dan pendidikan
Gubernur Sumsel 2008-2018 Alex Noerdin (Dok: Alex Noerdin)

Alex Noerdin lahir di Palembang pada 9 September 1950. Ia merupakan putra Noerdin Pandji, seorang pejuang kemerdekaan asal Sumatra Selatan. Latar belakang keluarga pejuang membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas dan dekat dengan isu-isu kebangsaan.

Tumbuh di lingkungan yang sarat nilai perjuangan, Alex dikenal memiliki kedisiplinan dan semangat organisasi sejak usia muda. Lingkungan keluarga turut memengaruhi pandangannya tentang pentingnya peran negara dan pembangunan daerah.

Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Palembang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknik. Latar belakang akademiknya di bidang teknik memberi fondasi kuat dalam memahami pembangunan infrastruktur dan tata kelola sumber daya alam, dua sektor yang kemudian menjadi fokus kebijakannya saat menjabat Bupati Musi Banyuasin dan Gubernur Sumsel.

Selama masa kuliah, Alex aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa. Aktivitas tersebut menjadi ruang pembelajaran politik dan kepemimpinan yang memperkuat jejaringnya di dunia birokrasi dan politik.

2. Awali karir sebagai ASN

Awali karir sebagai ASN
Gubernur Sumsel 2008-2018 Alex Noerdin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Mengawali kariernya di pemerintahan sebagai PNS, Alex Noerdin pernah menjabat sebagai staf Bappeda Sumsel pada 1981. Kariernya mulai dilirik dan mengantarkannya sebagai Kasi Perhubungan dan Pariwisata Bappeda Sumsel.

Setelah itu, ia ditugaskan di tingkat kota dan kabupaten. Alex Noerdin menjabat Kacabdin Pariwisata Kota Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin. Kariernya terus memuncak. Pada 1990, Alex Noerdin diangkat menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang dan empat tahun kemudian ia menjadi Ketua Bappeda Kota Palembang. 

3. Menjabat Bupati Musi Banyuasin 2 periode

Menjabat Bupati Musi Banyuasin 2 periode
Gubernur Sumsel 2008-2018 Alex Noerdin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selanjutnya, ia ditarik kembali ke provinsi menjadi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel dan setahun kemudian ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

Alex Noerdin menjadi Bupati Musi Banyuasin selama dua periode berturut-turut, periode 2001-2006 dan 2007-2012. Namun, sebelum masa jabatannya berakhir, dia maju dalam pemilihan Gubernur Sumatra Selatan.

4. Alex Noerdin jadi Gubernur Sumsel 2 periode

Alex Noerdin jadi Gubernur Sumsel 2 periode
Alex Noerdin (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Sebelum menjadi anggota DPR RI sejak 2019, Alex Noerdin sempat menjabat sebagai gubernur dalam dua periode. Pria kelahiran Palembang 9 September 1950 itu menjabat gubernur dari 2008 hingga 2018.

Alex Noerdin terpilih menjadi Gubernur Sumatra Selatan berpasangan dengan Eddy Yusuf untuk periode 2008-2013. Dia kembali maju pada pemilihan gubernur Sumsel 2013-2018 berpasangan dengan Ishak Mekki, dan kembali menang.

5. Sukses selenggarakan SEA Games dan Asian Games

Alex Noerdin sukses selenggarakan SEA Games dan Asian Games
Alex Noerdin (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Di bawah kepemimpinannya sebagai Gubernur Sumsel, Palembang dipercaya menjadi tuan rumah SEA Games 2011. Ajang ini menjadi momentum kebangkitan olahraga dan infrastruktur Sumatra Selatan.

Kompleks Jakabaring Sport City dikembangkan dan direvitalisasi secara besar-besaran untuk memenuhi standar internasional. Sejumlah venue olahraga bertaraf internasional dibangun, mulai dari stadion, aquatic center, hingga wisma atlet.

Keberhasilan penyelenggaraan SEA Games 2011 dinilai sukses dari sisi teknis, partisipasi atlet, hingga dampak ekonomi daerah. Palembang untuk pertama kalinya menjadi pusat perhatian Asia Tenggara dan membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang multievent.

Kesuksesan SEA Games menjadi modal penting saat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Palembang kembali dipercaya menjadi salah satu kota penyelenggara bersama Jakarta.

Pada ajang ini, Sumsel menyiapkan infrastruktur pendukung yang lebih luas, termasuk pengembangan LRT Palembang sebagai moda transportasi massal pertama di luar Pulau Jawa. Sejumlah venue di Jakabaring kembali dimanfaatkan dan mendapat pengakuan dari federasi olahraga internasional.

Keberhasilan Palembang menjadi tuan rumah dua ajang besar dalam kurun waktu berbeda memperkuat citra Sumsel sebagai daerah yang mampu menggelar event internasional. Di masa kepemimpinan Alex Noerdin, sektor olahraga menjadi pintu masuk percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus promosi daerah ke tingkat global.

6. Tersandung dua kasus korupsi

Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin tersandung dua kasus korupsi
Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin (Dok: Kejati Sumsel)

Pada 2021, Kejaksaan Tinggi Sumsel menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang. Proyek pembangunan masjid tersebut menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumsel yang bersumber dari APBD.

Dalam proses penyidikan, jaksa menilai terdapat penyimpangan dalam pencairan dan penggunaan dana hibah yang menyebabkan kerugian negara miliaran rupiah. Alex kemudian menjalani proses hukum dan persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.

Selain itu, Alex juga terseret dalam perkara dugaan korupsi kerja sama jual beli gas antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumsel, PDPDE, dengan pihak swasta. Kasus ini berkaitan dengan kebijakan saat dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumsel.

Dalam perkara tersebut, aparat penegak hukum mendalami dugaan kerugian negara akibat skema kerja sama yang dinilai tidak sesuai ketentuan dan merugikan keuangan daerah.

Tak hanya dua kasus itu, Alex Noerdin juga terjerat dugaan korupsi kerja sama revitalisasi aset milik Pemprov Sumsel. Proyek yang mengubah pasar bersejarah tersebut diduga bermasalah dalam proses perencanaan dan skema kerja sama dengan pihak swasta, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara. Perkara ini diproses di pengadilan tindak pidana korupsi dan menjadi salah satu kasus hukum yang menandai akhir perjalanan politiknya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Fahreza Murnanda
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More