Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perempuan Tanjung Karangan Kembangkan Urban Farming Lewat EcoGrow Mom

Perempuan Tanjung Karangan Kembangkan Urban Farming Lewat EcoGrow Mom
Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel (Dok. PTBA)
Intinya Sih
  • Program Binaan EcoGrow Mom dari PTBA memberdayakan perempuan Desa Tanjung Karangan, termasuk ibu rumah tangga, eks pekerja PETI dan masyarakat berpenghasilan rendah.

  • Program ini mendorong pengembangan pembibitan ramah lingkungan guna memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang ekonomi baru.

  • Terbentuknya KWT Utun Makmur menjadi wadah pemberdayaan perempuan. Program telah menghasilkan sekitar 5 ribu bibit sayuran, memanfaatkan lahan ±1 hektare, serta memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang meningkatkan keterampilan bagi anggota.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Sejumlah perempuan di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumatra Selatan, menerapkan budidaya pertanian dan tanaman dapur berbasis Urban Farming lewat program pengembangan Binaan EcoGrow Mom PTBA.

"Program ini untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa melalui pelibatan aktif ibu rumah tangga, eks pekerja PETI (Pertambangan Tanpa Izin), dan masyarakat berpenghasilan rendah dalam kegiatan pertanian berkelanjutan," ujar Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (27/2/2026).

1. Program EcoGrow Mom memperluas pembinaan tanaman dapur

Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel
Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel (Dok. PTBA)

Program awal EcoGrow Mom PTBA bermula dari Siba Pembibitan di desa tersebut. Awalnya, Siba Pembibitan hanya membina ibu-ibu dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk eks-pekerja PETI untuk beralih ke usaha produktif berupa pembibitan pohon kayu keras dan buah.

Dari proses pembinaan itu, lahirlah Kelompok Wanita Tani (KWT) Utun Makmur pada awal 2025 sebagai wadah pemberdayaan perempuan desa.

Kemudian pada akhir 2025, PTBA melalui Program EcoGrow Mom memperluas pembinaan dengan fokus tidak hanya pada pembibitan pohon untuk dijual, tetapi juga pada budidaya tanaman dapur untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

2. Program EcoGrow Mom mendorong ketahanan pangan

Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel
Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel (Dok. PTBA)

Eko menyampaikan, program ini mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga seperti karung bekas sebagai media tanam, serta optimalisasi pekarangan rumah dan lahan desa dengan pendekatan urban farming dan pertanian rumah tangga.

Program Binaan EcoGrow Mom lanjutnya, juga mendorong ketahanan pangan keluarga dan desa, upaya melakukan optimalisasi lahan produktif serta mengembangkan pembibitan ramah lingkungan.

"Termasuk membangun ekonomi sirkular berbasis rumah tangga melalui pengolahan limbah menjadi sumber daya pertanian," katanya.

Eko berharap, lewat pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, PTBA berharap Program EcoGrow Mom dapat membuka peluang ekonomi baru, memperkuat solidaritas kelompok, serta menegaskan peran perempuan sebagai motor penggerak pembangunan desa yang berdaya dan mandiri.

3. Program EcoGrow Mom tingkatkan ekonomi daerah

Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel
Urban Farming di Desa Tanjung Karangan, Lahat, Sumsel (Dok. PTBA)

Sementara itu, kata Ketua KWT Utun Makmur, Tuti, dirinya mengapresiasi dukungan yang diberikan PTBA melalui Program Binaan EcoGrow Mom. Melalui program terkait, perempuan di desa menerima banyak manfaat. Termasuk mendapatkan ilmu luas terkait bidang perkebunan maupun sosial.

"Kami juga belajar bagaimana berkebun dan memanfaatkan lingkungan rumah masing-masing. Sejak bergabung, halaman rumah kami tertata rapi penuh dengan tanaman sayur," jelasnya.

Selain untuk konsumsi mandiri, lanjut Tuti, sebagian masyarakat bisa saling berbagi ilmu serta memiliki hasil ekonomi yang membantu dari EcoGrow Mom.

Diketahui, tahapan pelaksanaan Program EcoGrow Mom meliputi pembinaan awal berupa sosialisasi dan pelatihan dasar pembibitan serta pemanfaatan limbah rumah tangga. Yakni, produksi sekitar 5 ribu bibit sayuran dengan media sederhana.

Termasuk pemanfaatan lahan desa seluas kurang lebih 1 hektare serta pekarangan rumah anggota untuk kegiatan urban farming. Kemudian, lanjut pendampingan dan monitoring berkelanjutan oleh PTBA serta fasilitator internal dan eksternal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More