Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyebab Kematian PMI Asal Palembang di Kamboja Tunggu Autopsi Polda
potret bendera Kamboja (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Seorang PMI asal Palembang bernama M Erlangga ditemukan meninggal dunia di Kamboja setelah diduga terjatuh dari gedung tempatnya bekerja pada 17 Februari 2026.
  • Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi RS Bhayangkara Palembang, karena informasi dari pihak Kamboja sangat terbatas dan belum memberikan kejelasan detail.
  • Pemerintah Sumsel mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja luar negeri tanpa izin resmi, terutama ke negara yang belum memiliki perjanjian penempatan PMI seperti Kamboja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Palembang bernama M Erlangga (28) ditemukan meninggal dunia di Kamboja. Berangkat pada Oktober 2025 silam, Erlangga kini pulang tinggal nama.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Waydinsyah, menjelaskan bahwa korban meninggal pada 17 Februari 2026 silam. Korban dikabarkan terjatuh dari atas gedung yang diduga tempatnya bekerja.

"Kita belum tahu apakah karena kecelakaan kerja atau bukan. Korban meninggal dalam proses evakuasi menuju rumah sakit," ungkap Waydinsyah, Jumat (6/3/2026).

1. Jenazah diautopsi di RS Bhayangkara Palembang

RS Bhayangkara Palembang (Dok: RS Bhayangkara)

Waydinsah menjelaskan bahwa korban diketahui mengalami perdarahan hebat di bagian vital kepala. Guna mendapat informasi lebih lanjut atas penyebab kematian korban, pihak keluarga telah menyerahkan jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan autopsi sebelum dimakamkan.

"Kemarin (Rabu, 4 Februari) sudah kita terima dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematiannya," jelas dia.

2. BP3MI minta tunggu hasil pemeriksaan polisi

WNI di Kamboja minta bantuan kepulangan ke Indonesia. (Dok. KBRI Phnom Penh)

Sejauh ini perwakilan Indonesia di Kamboja juga mengalami kesulitan dalam mendapat detail penyebab kematian korban. Dari keterangan yang disampaikan, informasi penyebab kematian korban sangat minim.

"Saat kita tanya, mereka bilang tunggu saja nanti setelah jenazah di Palembang, karena akan dikirimkan semua dokumen yang diperlukan termasuk hasil pemeriksaan korban di Kamboja. Jadi saat ini kita tunggu saja hasil autopsi dari Polda," jelas dia.

3. Minta jangan percaya iming-iming

WNI di Kamboja meminta bantuan kepulangan ke Indonesia. (Dok. KBRI Phnom Penh)

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumsel, Indra Bangsawan, mencatat korban sudah dua kali bolak-balik ke Kamboja untuk bekerja. Padahal, pemerintah Indonesia hingga kini melarang warganya bekerja di negara tersebut karena belum adanya kesepakatan kerja sama penempatan PMI.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur iming-iming gaji tinggi untuk bekerja di luar negeri tanpa pekerjaan yang jelas. Sebaik-baiknya pencari kerja menanyakan terlebih dahulu melalui Disnaker atau BP3MI untuk kejelasan pekerjaan yang dijanjikan," jelasnya.

Editorial Team