Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjual Emas Palembang Jaga Dinamika Pasar saat Harga Emas Turun

Penjual Emas Palembang Jaga Dinamika Pasar saat Harga Emas Turun
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/NEXARO STUDIO)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Penjual emas di Palembang berupaya bertahan menghadapi penurunan harga emas global yang membuat minat beli masyarakat ikut menurun.
  • Warga Palembang cenderung enggan membeli emas saat harga turun karena khawatir nilainya makin jatuh ketika dijual kembali.
  • Harga emas terkoreksi hingga sekitar Rp14,8–15 juta per suku akibat dampak kondisi geopolitik global dan kebijakan suku bunga tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Sejumlah penjual emas perhiasan di Palembang kini berada dalam mode bertahan dan menjaga dinamika pasar saat harga emas dalam sepekan terakhir konsisten melandai.

"Pergerakan harga emas di pasar global sedang turun. Kondisi ini justru bikin minat beli ikut turun. Kami berupaya bertahan, menyesuaikan diri, mengikuti dinamika pasar," ujar owner Toko Mas Intan, Yeni, Minggu (29/3/2026).

1. Warga Palembang khawatir beli saat emas anjlok

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Airam Dato-on)

Ia menyebut keunikan transaksi emas di Palembang justru terletak pada animo belanja tinggi saat harga jual naik. Sebab katanya, ketika harga emas turun, beberapa masyarakat malah mengalami kekhawatiran untuk membeli emas.

"Sebagian warga kita (Palembang) pikirannya justru gak mau beli pas harga turun, karena takut nanti pas dijual lagi emas makin anjlok. Keyakinan ini jadi bikin animo ikut turun waktu harga turun. Terutama kebanyakan warga Palembang lebih memilih membeli perhiasan dari batangan," jelas dia.

2. Suplai dana permintaan berdampak pada harga emas

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Maryam)

Sementara menurut Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, faktor nilai emas yang turun dalam beberapa hari terakhir dan cenderung stabil dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan di pasar juga konsisten.

"Permintaan pasar berpengaruh dari faktor supply-demand. Jika harga stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten," kata Ayu.

3. Harga emas terkoreksi akibat kondisi geopolitik global

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Zayed Ahmed Zadu)

Berdasarkan pantauan IDN Times, kini harga emas perhiasan rata-rata turun dan beberapa toko emas di Palembang pun mematok harga jual di angka Rp14,8-15 jutaan sesuku setara 6,7 gram. Sebelumnya pada akhir Februari 2026, harga emas sempat melambung sebesar Rp16 jutaan sesuku.

Dari informasi yang dirilis DIREKTUR PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, penyebab harga emas anjlok dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dan perang global yang masih terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak Brent bakal memengaruhi transportasi penerbangan, sehingga berdampak pada inflasi. Namun jelasnya, walau harga emas terkoreksi, komoditas tersebut tetap akan menjadi aset lindung nilai atau safe haven.

Dia menyebutkan koreksi harga emas akan terus terjadi selama perang di Iran masih berlangsung. Selain itu, lonjakan harga komoditas membuat sejumlah bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi. Bahkan, ada kekhawatiran bank sentral global akan menaikkan suku bunga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More