Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengakuan Warga Palembang Disiksa Saat Jadi Love Scammer di Kamboja

Pengakuan Warga Palembang Disiksa Saat Jadi Love Scammer di Kamboja
Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)
Intinya Sih
  • Sebanyak 14 warga Palembang dipulangkan dari Kamboja setelah menjadi korban perdagangan orang dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online serta love scammer dengan ancaman dan siksaan.
  • Para korban awalnya dijanjikan pekerjaan di luar negeri seperti restoran, namun justru dibawa secara ilegal ke Kamboja dan mengalami kekerasan fisik saat tidak mencapai target kerja.
  • Beberapa korban berhasil melarikan diri ke KBRI Phnom Penh setelah mendengar akan dijual ke perusahaan lain, hingga akhirnya dijemput oleh Pemprov Sumsel atas arahan Gubernur Herman Deru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times -Pemprov Sumsel memulangkan 14 warga Palembang yang merupakan pekerja nonprosedural atau ilegal yang disalurkan ke Kamboja.

Mereka diketahui bekerja sebagai admin judi online hingga pelaku love scamming yang menyasar warga Indonesia. Menurut Ryansyah, warga 7 Ulu, Palembang, salah satu warga yang bekerja di Kamboja, ia kerap mendapat siksaan bila tak mencapai target yang ditentukan.

"Pantat saya sudah sering dicambuk sampai biru. Pernah juga disetrum di badan," ungkap Ryansyah, Selasa (31/3/2026).

1. Tergiur janji pekerjaan di luar negeri

Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)
Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)

Ryansah awalnya mengaku diajak kawannya bekerja di luar negeri sebagai pegawai restoran. Saat itu, Ryan dijanjikan akan bekerja di Vietnam bukan Kamboja. Namun, seriring perjalanan waktu, dirinya justru dibawa ke Kamboja melalui jalur ilegal.

"Karena tak punya pekerjaan tetap di Palembang saya akhirnya memilih pergi," ungkapnya.

Saat itu, Ryanyah hanya berpikir untuk mengubah nasib keluarganya. Dirinya tak pernah berpikir akan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga dibawa ke Kamboja.

"Karena anak saya masih kecil, akhirnya berangkat. Harapannya bisa mengubah nasib," jelasnya.

2. Tak tahan siksaan, korban akhirnya kabur

Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)
Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)

Selama bekerja di Kamboja, dirinya kerap mendapat siksaan. Dirinya harus menuruti perintah untuk bekerja sebagai admin penipuan, yang menyasar orang-orang di dalam negeri.

"Kerjanya tim saya sebagai yang chatting love dan nanti ada yang bagian lainnya untuk yang bisa menghasilkan uang," jelasnya.

Ryan mengaku bekerja selama tujuh bulan di Kamboja dan dibayar hanya dua bulan sebesar Rp6 juta. Uang tersebut dikirimkannya ke keluarga di Palembang tanpa tahu kondisi sebenarnya yang menimpa dirinya.

"Karena tak tahan dengan siksaan, saya akhirnya kabur. Untuk bertahan hidup saat di penampungan saya akhirnya minta bantuan dari keluarga," jelasnya.

3. Kabur karena hendak dijual ke perusahaan lain

Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)
Pemulangan 14 pekerja migran ilegal di Kamboja oleh Pemprov Sumsel (Dok: Pemprov Sumsel)

Korban TPPO lainnya, Varel mengaku bekerja sebagai admin penipuan online. Dirinya berhasil melarikan diri ke KBRI Phnom Pehn untuk menyelamatkan diri setelah mendengar kabar hendak dijual ke perusahaan lain.

"Saya di sana kerja baru empat hari dan belum mendapatkan gaji. Saya mau dijual ke perusahaan lain kalau tidak bisa menghasilkan uang, makanya saya memilih melarikan diri," kata Varel.

Saat pelarian, dirinya bersama sembilan orang temannya kabur pukul 02.00 WIB waktu Kamboja. Mereka berhasil lari ke penampungan dan membuat video permintaan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru untuk dipulangkan

"Teman-teman ada juga yang dari Batam dan Bengkulu. Alhamdulillah kami langsung direspons dan jemput," jelasnya.

4. MInta kejadian ini jadi pelajaran warga Sumsel

Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok. Pemprov Sumsel)

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta kasus yang menimpa 14 Pekeja Migran asal Palembang menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dirinya berharap masyarakat tidak tergiur janji bekerja ke luar negeri tanpa syarat yang akhirnya berujung pada TPPO.

"Kita harus memetik pelajaran dari kejadian ini. Saya sangat menghargai niat kalian untuk menjadi pahlawan nafkah bagi keluarga, namun sebenarnya kita bisa berkarya di daerah sendiri," ungkap Herman Deru, Senin (30/3/2026).

Deru menjelaskan, ke-14 pekerja tersebut harus dijemput ke Kamboja lantaran terlantar akibat menjadi korban penipuan. Mereka yang dijanjikan bekerja di restoran justru dipekerjakan sebagai agen judi dan penipuan online.

"Tawaran kerja di Kamboja itu biasanya hanya di restoran atau sektor yang tidak pasti. Prinsipnya, lebih baik "lemak kecil tapi pasti" (untung kecil tapi tetap) daripada mengambil risiko besar yang belum tentu hasilnya. Jangan sampai kalian menjadi korban lagi," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More