Harga Karet Asal Sumsel Tembus Rp40 Ribu per Kilo Awal Pekan Ini!

- Harga karet kering di Sumsel naik menjadi Rp40.283 per kilogram seiring penguatan harga karet dunia di pasar SICOM SGX.
- Petani diimbau menjaga kualitas bahan olah karet agar tetap mendapat harga jual optimal meski biaya produksi belum dikurangi.
- Rebound harga awal pekan ini menumbuhkan optimisme pelaku usaha dan petani terhadap prospek positif pasar karet ke depan.
Palembang, IDN Times - Harga karet dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini. Kenaikan harga SICOM SGX menjadi 227,2 sen dolar AS per kilogram turut mendorong harga karet kering (KKK) 100 persen di Sumatra Selatan (Sumsel). Harga KKK naik menjadi Rp40.283 per kilogram, atau naik Rp144 dibandingkan hari sebelumnya.
"Meski kenaikannya tipis, ini menunjukkan pasar karet masih memiliki daya tahan yang baik. Tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali muncul di pasar," ungkap Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian, Selasa (23/6/2026).
1. Pasar karet dinilai masih kuat

Menurutnya, penguatan tersebut menjadi sinyal positif karena harga karet masih mampu bertahan di atas level psikologis Rp40 ribu per kilogram. Pergerakan harga dari Senin ke Selasa membentuk pola koreksi dan rebound yang mengindikasikan tren jangka menengah masih relatif positif.
"Pasar memang belum kembali memasuki fase penguatan agresif seperti yang terjadi pada awal Juni. Namun kondisi ini menunjukkan pasar masih cukup kuat," jelasnya.
2. Petani diminta jaga kualitas karet

Berdasarkan perhitungan kurs rupiah Rp17.730 per dolar AS, harga karet KKK 70 persen berada di level Rp28.198 per kilogram, KKK 60 persen Rp24.170 per kilogram, KKK 50 persen Rp20.142 per kilogram, KKK 40 persen Rp16.113 per kilogram, dan KKK 30 persen sebesar Rp12.085 per kilogram.
Rudi mengingatkan, harga tersebut masih merupakan harga sebelum dipotong biaya produksi. Karena itu, petani diharapkan tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) agar memperoleh harga jual terbaik.
"Mutu bokar menjadi kunci agar petani bisa mendapatkan harga yang maksimal. Dengan kualitas yang baik, petani dapat menikmati penguatan harga yang sedang terjadi saat ini," ujarnya.
3. Pelaku usaha optimis akan prospek pasar
Dia menambahkan, rebound yang terjadi di awal pekan ini memberikan optimisme bagi petani dan pelaku usaha karet bahwa pasar masih memiliki prospek yang cukup baik dalam beberapa waktu ke depan.
















