Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumsel United Terancam Sanksi Pengurangan Poin AFC

Sumsel United Terancam Sanksi Pengurangan Poin AFC
Direktur Utama Sumsel United, Erick Yuniman (Kanan) dan Manajer Sumsel United U-19 Didi Yanto (kiri) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Sumsel United terancam kehilangan satu poin di Liga 2 Championship 2026/2027 karena belum memenuhi persyaratan lisensi klub yang ditetapkan federasi dan operator liga.
  • Manajemen Sumsel United telah mengajukan banding ke PSSI, namun keputusan akhir terkait sanksi pengurangan poin tetap berada di tangan AFC di Kuala Lumpur.
  • Penerapan Club Licensing Cycle menuntut klub memenuhi lima aspek utama—olahraga, infrastruktur, administrasi, hukum, dan keuangan—guna meningkatkan profesionalisme serta tata kelola sepak bola nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Sumsel United terancam mengarungi kompetisi Liga 2 Championship 2026/2027 dengan minus 1 poin. Pengurangan poin yang menimpa tim berjuluk Laskar Juaro tersebut terjadi karena dianggap tidak memenuhi persyaratan Club Licensing Cycle atau lisensi klub yang ditetapkan oleh operator liga dan federasi.

Sebagai respons, dari ancaman pengurangan poin tersebut, Sumsel United bergerak cepat dengan melakukan upaya banding kepada PSSI di Jakarta.

"Syarat administrasinya sudah kita lengkapi semua, kita lagi proses banding. Mudah-mudahan banding kita diterima sama PSSI," ungkap Direktur Utama PT Cahaya Sumsel United, Erick Yuniman, Rabu (24/6/2026).

1. Keputusan akhir ada di AFC

Sumsel United vs Persikad Depok di Stadion GSJ Palembang (Dok. Media Officer untuk IDN Times)jpg
Sumsel United vs Persikad Depok di Stadion GSJ Palembang (Dok. Media Officer untuk IDN Times)

Menurut Erik, proses banding atas sanksi yang diterima klub asal Sumatra Selatan tersebut telah dilakukan oleh manajemen. Kini Erick berharap keputusan yang diambil AFC tak merugikan Laskar Juaro.

"Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan AFC di Kuala Lumpur. Kami berharap tidak ada sanksi pengurangan poin," jelasnya.

2. Proses lisensi klub untuk tingkatkan profesionalisme tim

Pertandingan Sumsel United menghadapi Sriwijaya FC (Media Officer Sumsel United)
Pertandingan Sumsel United menghadapi Sriwijaya FC (Media Officer Sumsel United)

Ancaman pengurangan poin bukan hanya membayangi Sumsel United. Sejumlah klub peserta Liga Indonesia juga disebut turut mendapat catatan dalam proses Club Licensing Cycle 2026/2027 yang dijalankan PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Sanksi tersebut merupakan bagian dari penerapan Club Licensing Cycle yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan tata kelola klub sesuai regulasi nasional serta standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

3. Ada lima aspek yang harus dipenuhi klub sepak bola

Sumsel United
Sumsel United (Dok. Media Officer)

Dalam sistem lisensi klub tersebut, setiap peserta kompetisi wajib memenuhi lima aspek utama, yakni olahraga, infrastruktur, personel dan administrasi, hukum, serta keuangan. Klub yang belum memenuhi seluruh persyaratan masih diberikan kesempatan melakukan perbaikan dan mengajukan banding sebelum keputusan final ditetapkan.

Berdasarkan regulasi Club Licensing Cycle 2026/2027, klub yang tidak memenuhi sejumlah persyaratan tertentu dapat dikenakan sanksi administratif berupa pengurangan satu poin pada kompetisi domestik. Kebijakan ini diterapkan untuk mendorong klub peserta memiliki tata kelola yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Sumatera Selatan

See More