Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Jemaah Haji Sumbar Kembali, Lima Masih Dirawat di Tanah Suci

Dua Jemaah Haji Sumbar Kembali, Lima Masih Dirawat di Tanah Suci
Kakanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki menyambut jemaah haji yang baru kembali (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Intinya Sih
  • Dua jemaah haji asal Sumbar yang sebelumnya sakit telah kembali ke Indonesia setelah dinyatakan layak terbang dan tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada 23 Juni 2026.
  • Jasri Abdullah Maran dirawat karena kondisi pasca tindakan jantung di Madinah, sementara Syaifuddin Wirdas Tompek sempat mengalami gangguan asma sebelum keduanya dipulangkan bersama Kloter JKB-15.
  • Lima jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Makkah dan Madinah, dengan pemantauan intensif dari Kemenhaj serta rencana pemulangan menunggu kondisi kesehatan membaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Padang, IDN Times - Dua dari tujuh jemaah haji Sumatra Barat sempat tidak bisa pulang lantaran sakit sudah berada di ranah minang, Selasa (23/6/2026). Masih ada lima jemaah haji lainnya diketahui masih berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah karena masih belum bisa melakukan penerbangan untuk pulang.

"Untuk kondisi kedua jemaah kita yang kembali ini alhamdulillah sudah lebih baik dan mereka kemarin ditanazulkan dengan kloter Banten," kata Kepala Kantor Wilyah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sumatra Barat, M Rifki.

1. Jalani perawatan di Madinah

Jemaah haji Sumbar yang merupakan korban bencana pada November 2025 (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Jemaah haji Sumbar yang merupakan korban bencana pada November 2025 (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Rifki mengatakan, jemaah pertama yang sudah kembali dari Tanah Suci adalah Jasri Abdullah Maran (76) asal Kabupaten Lima Puluh Kota. Jasri Abdullah Maran sebelumnya menjalani perawatan di Saudi German Hospital Madinah dengan diagnosis pasca tindakan Post Percutaneous Coronary Intervention (Post PCI).

Jasri juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah pada 13-18 Juni 2026 sebelum dipindahkan ke Hotel Tanazul di Madinah hingga dinyatakan layak terbang.

Setelah kondisinya membaik, Jasri dipulangkan ke Indonesia bersama Kloter JKB-15 dan melanjutkan perjalanan menuju Padang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA148. Ia tiba di Bandara Internasional Minangkabau pukul 11.15 WIB.

2. Alami gangguan asma

Jemaah Haji embarkasi Padang menaiki pesawat untuk melakukan perjalanan Haji 2026 (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Jemaah Haji embarkasi Padang menaiki pesawat untuk melakukan perjalanan Haji 2026 (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Jemaah kedua kata Rifki adalah Syaifuddin Wirdas Tompek (60) yang dirawat di Al Noor Specialist Hospital karena gangguan asma selama berada di Arab Saudi.

Setelah mendapatkan perawatan yang cukup intensif oleh tim kesehatan dan dinyatakan layak terbang, Syafrudin dipulangkan bersama Kloter JKB-15.

Dari Jakarta, Syaifuddin melanjutkan perjalanan ke Padang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA162 dan tiba di BIM pada pukul 16.35 WIB.

3. Lima jemaah masih dirawat

Tim kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan jemaah haji (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Tim kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan jemaah haji (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Dengan kepulangan dua jemaah tersebut, jumlah jemaah Debarkasi Padang yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi kini tersisa lima orang. Rifki menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan kesehatan seluruh jemaah yang masih dirawat melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi.

“Untuk pemulangan jemaah yang masih dirawat, kita menunggu perkembangan kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Jika memungkinkan, mereka akan dipulangkan melalui kloter debarkasi lain yang masih beroperasi,” jelasnya.

Namun apabila operasional haji telah berakhir sementara kondisi jemaah belum memungkinkan untuk terbang, pemerintah akan tetap memberikan pendampingan hingga jemaah benar-benar dinyatakan sehat dan dapat dipulangkan ke tanah air.

“Keluarga tidak perlu khawatir. Jemaah yang masih dirawat tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Ada petugas dan tim kesehatan yang akan terus mendampingi mereka sampai kembali ke Indonesia,” katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Sumatera Selatan

See More