Pembangunan Makro dan Pertumbuhan Ekonomi Palembang Menurun

Palembang, IDN Times - Rapat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang 2025-2045, mencatat pertumbuhan ekonomi daerah yang menurun.
"Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) capaian pembangunan makro selama 20 tahun menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi menurun," ujar Kepala Bappeda Litbang Palembang, Harrey Hadi, melalui siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (12/12/2023).
1. Pemkot mulai bahas misi Palembang Musi 2045

Rapat akhir tahun Pemkot Palembang bersama stakeholder terkait berlangsung di ruang Parameswara Kantor Wali Kota (Wako), pembahasan visi misi Palembang Musi 2045 dan program kerja tahun depan.
"RPJPD 2025-2045 harus dilakukan karena RPJPD berakhir di 2025. Pembahasan ini soal pertumbuhan ekonomi, pengangguran, hingga kemiskinan," kata dia.
2. Penurunan ekonomi bukan menjadi patokan kemiskinan bertambah

Data BPS Sumsel 2005 menyebut pertumbuhan ekonomi Palembang sebesar 7,06 persen. Namun pada 2022 laju ekonomi Bumi Sriwijaya hanya 5,25 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan Pemkot agar jumlah pengangguran tidak naik signifikan.
"Pertumbuhan ekonomi menurun bukan berpatokan pada kemiskinan dan pengangguran yang bertambah. Ada kalkulasi dan perhitungan berbeda. RPJPD kita sampai 2025 berada di angka 90,39 persen, tapi secara umum capaian RPJPD sudah bagus,” jelasnya.
3. Penurunan ekonomi Palembang dipengaruhi isu lingkungan

Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Gunawan menambahkan, forum konsultasi publik rancangan awal RPJPD Pemkot digelar untuk menyatukan ide stakeholder dalam membangun Kota hingga kurun waktu 20 tahun ke depan.
"Ide-ide inilah yang akan jadi manifestasi dalam visi misi pembangunan Palembang 2025-2045 dengan evaluasi angka kemiskinan dan pengangguran. Secara keseluruhan, kondisi Palembang menurun akibat lingkungan asap, kebakaran, dan lahan, serta lemahnya tata kelola pemerintahan," kata dia.



















