Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertalite Sulit Didapatkan, Tarif Angkutan Sungai di Palembang Naik

Pertalite Sulit Didapatkan, Tarif Angkutan Sungai di Palembang Naik
Menjelajah Sungai Musi Palembang dari Dermaga Ketek Wisata 16 Ilir (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga BBM dan kelangkaan pasokan membuat pengemudi speedboat di Palembang menyesuaikan tarif angkutan sungai untuk menutupi biaya operasional yang meningkat.
  • Tarif perjalanan kini bervariasi berdasarkan jarak dan tujuan, mulai dari Rp80 ribu hingga Rp300 ribu tergantung rute seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, dan pesisir OKI.
  • Pengemudi kesulitan mendapatkan Pertalite dan Solar bersubsidi sehingga terpaksa membeli BBM eceran seharga sekitar Rp15 ribu per liter demi tetap beroperasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Kenaikan biaya operasional akibat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), membuat pengemudi speedboat di Dermaga Pasar 16 Ilir, Palembang mulai menyesuaikan tarif angkutan pelayaran di Sumsel. Keterbatasan pasokan membuat pengemudi angkutan sungai harus membeli BBM dari pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding harga normal.

"Mau gak mau terpaksa naik, karena harga BBM yang meningkat dan sulit didapat. Akhirnya kita pengemudi harus membeli secara eceran dan lebih mahal," ungkap salah satu sopir angkutan sungai, Danang, Sabtu (27/6/2026).

1. Kenaikan tarif dipengaruhi harga BBM non subsidi

Menjelajah Sungai Musi Palembang dari Dermaga Ketek Wisata 16 Ilir
Menjelajah Sungai Musi Palembang dari Dermaga Ketek Wisata 16 Ilir

Danang menyebutkan, keputusan menaikan tarif ini dilakukan tak lama setelah pemerintah menaikan BBM non subsidi. Kondisi tersebut berdampak pada kelangkaan pertalite yang menjadi salah satu bahan bakar kapal.

"Kalau saya beli BBM itu melalui pertamini yang dijual dipinggir sungai Musi. Sebelumnya Rp12 ribu per liter sekarang Rp15 ribu per liter," jelasnya.

2. Kenaikan harga dipengaruhi rute perjalanan

Kawasan Pelabuhan 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kawasan Pelabuhan 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Danang menjelaskan, besaran tarif speedboat disesuaikan dengan jarak tempuh dan wilayah tujuan. Untuk rute menuju wilayah Banyuasin, seperti Jalur 1 hingga Jalur 30, Makarti Jaya, Karang Agung, Air Salek, dan Muara Telang, tarif perjalanan dipatok mulai Rp80 ribu.

Sementara perjalanan menuju wilayah Musi Banyuasin dan sekitarnya, termasuk Jalur Sembilang dan Muara Kelang, dikenakan tarif mulai Rp200 ribu. Adapun tarif untuk rute menuju wilayah pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkisar antara Rp250 ribu-Rp300 ribu.

"Semakin jauh rute yang ditempuh maka harganya juga lebih besar," jelasnya.

3. Pengemudi terpaksa beli eceran dengan harga Rp15 ribu per liter /

Dermaga 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Dermaga 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara pengemudi speedboat rute Palembang–Banyuasin, Sakin, mengatakan tarif perjalanan ditentukan berdasarkan jarak tempuh menuju lokasi tujuan.

"Kalau ke Jalur 1 tarifnya Rp80 ribu. Kalau tujuannya lebih jauh, tentu tarifnya juga lebih mahal," ujarnya.

Menurut Sakin, persoalan utama bukan pada kenaikan harga resmi BBM bersubsidi, melainkan sulitnya memperoleh Pertalite dan Solar sehingga pengemudi terpaksa membeli BBM eceran dengan harga yang lebih tinggi.

"Kalau membeli menggunakan drum harus memiliki izin dan prosesnya cukup rumit. Mau tidak mau kami membeli BBM eceran dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Sumatera Selatan

See More