Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelajar di Ogan Ilir Tewas saat Latihan Silat, Diduga Dianiaya Senior
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Korban pamit dalam keadaan sehat dan membawa sebatang tebu

  • Dokter menyebut korban memgalami banyak luka lebam

  • Keluarga mendapat informasi bahwa korban sempat mengalami penyiksaan saat berlatih

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ogan Ilir, IDN Times - Seorang pelajar SMP berinisial AS (15) meninggal dunia saat berlatih silat di Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, pada Sabtu (28/2/2026). AS diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya saat latihan hingga berujung pada kematian.

Keluarga korban yang mendapatkan bukti penganiayaan di tubuh korban dari rumah sakit lantas melaporkan kematian tak wajar ini ke polisi. Untuk memastikan kasus dugaan penganiayaan tersebut, tim dari Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir akan memanggil saksi-saksi terkait kejadian ini.

1. Korban pamit dalam keadaan sehat dan membawa sebatang tebu

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)

Orangtua korban, Helmi, mengungkapkan anaknya awalnya pamit untuk berlatih silat dengan membawa sebatang tebu seperti yang dipinta seniornya. Begitu teman-temannya sudah pulang, korban tak ada kabar, yang membuat keluarga panik.

"Tak lama kemudian, kami dikabarkan bahwa anak kami dilarikan ke rumah sakit. Kondisi korban terus kritis dan meninggal dunia keesokan harinya pada hari Minggu," ujarnya.

2. Dokter menyebut korban mengalami banyak luka lebam

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Keluarga tak menyangka korban yang saat pamit dalam keadaan sehat malah masuk rumah sakit. Kecurigaan adanya penyiksaan muncul ketika dokter menyebut korban mengalami banyak luka lebam, seperti di leher bagian belakang, punggung, dan paha. Ada juga tulang retak pada lengan dan punggung.

"Dokter yang bilang begitu, buktinya ada, ada rontgennya juga," ungkapnya.

Selanjutnya, keluarga mendapat informasi bahwa korban sempat mengalami penyiksaan saat berlatih silat. Karena itulah keluarga melaporkan kasus ini ke polisi.

"Jenazah anak saya dimakamkan kemarin dan hari ini kami melapor ke polisi. Kami minta keadilan," tegas Helmi.

3. Polres Ogan Ilir akan panggil beberapa saksi

Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)

Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori, mengungkapkan laporan tengah diproses oleh penyidik Satres PPA dan PPO. Saksi-saksi akan dimintai keterangan dan barang bukti akan dikumpulkan.

"Masih lidik. Nanti perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan," terang Herman.

Editorial Team