Pabrik plastik di Cibuntu, Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Dalam satu porsi tekwan yang ia jual, biasanya ada 11 pentol. Namun, karena harga plastik naik, sepiring tekwan jadi sembilan pentol dan ukurannya sedikit lebih kecil. Akibat harga plastik naik, ia juga harus memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran dengan rinci. Sebab jika tidak dihitung secara detail, potensi pendapatan pun sangat minim.
"Harga seporsi tekwan Rp7 ribu, karena jualan juga di depan sekolah. Kalau terlalu mahal, sedikit yang beli. Karena kebanyakan anak sekolah yang jajan," kata dia.
Meski harus memperhitungkan secara rinci antara pendapatan dan pengeluaran agar menerima untung dengan baik, tetapi melihat pemakaian kantung plastik untuk membungkus porsi tekwan dalam beberapa hari terakhir ini belum terlihat signifikan. Sebab katanya, rata-rata pembeli makan di tempat.
"Kebanyakan kan anak sekolah ini jajan, mereka pas istirahat atau pulang sekolah makan di sini. Yang bungkus jarang. Bungkus biasanya pembeli yang bukan lingkungan sekitar sini," jelas Isna.