Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasutri Asal OKU Timur Jalan Kaki Rutin untuk Jaga Fisik di Tanah Suci
Jemaah Haji kloter 1 Embarkasi Palembang menaiki pesawat (IDN Times/Rangga Erfizal)

  • Pasangan suami istri asal OKU Timur, Suwartini dan Yahya, mempersiapkan diri matang jelang keberangkatan haji Kloter 1 Embarkasi Palembang dengan menjaga fisik dan mental.
  • Suwartini mengungkapkan ini adalah pengalaman pertama berhaji setelah mendaftar sejak 2013, dan berharap perjalanan spiritual ini menjadi teladan bagi anak cucu mereka.
  • Yahya rutin berjalan kaki sekitar 4 kilometer setiap pagi sebagai latihan fisik agar tetap bugar saat menunaikan ibadah di tanah suci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Persiapan matang dilakukan pasangan suami istri asal OKU Timur, Suwartini dan Yahya, menjelang keberangkatan mereka sebagai jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Palembang. Tak hanya kesiapan perlengkapan, keduanya juga fokus menjaga kondisi fisik dan mental agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

"Persiapannya sudah komplet, kami jalani dengan hati tenang, senang, dan ikhlas," kata Suwartini, Rabu (21/4/2026).

1. Jalani ibadah pertama ke tanah suci

Pasutri asal Belitang BK 8 OKU Timur Suwartini dan Yahya berangkat haji usai menunggu belasan tahun (IDN Times/Rangga Erfizal)

Suwartini mengungkapkan, perjalanan haji ke tanah suci menjadi pengalaman pertamannya. Sejak daftar pertama kali di tahun 2013, dirinya berharap dapat segera dipanggil untuk menunuaikan ibadah haji bersama sang suami.

"Alhamdulillah senang sekali, ini pertama kali. Kami sudah daftar dari 2013, sekarang akhirnya berangkat." jelasnya.

2. Keberangkatan ke tanah suci berharap jadi teladan

Proses masuknya jemaah prioritas melalui jalur cepat garbarata di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Perempuan yang sehari-hari membuka warung tersebut mengatakan, seluruh persiapan telah dilakukan dengan maksimal. Ia dan suami berusaha menjalani proses tahapan menuju keberangkatan dengan hati yang tenang dan penuh keikhlasan.

Bagi pasangan ini, ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan spiritual, tetapi juga harapan agar bisa menjadi teladan bagi keluarga. Suwartini berharap, langkah yang mereka ambil dapat diikuti oleh anak dan cucu mereka di masa mendatang.

"Harapannya kami bisa ibadah dengan baik, dan anak cucu bisa mengikuti jejak kami," bebernya.

3. Olahraga jalan kaki untuk latih fisik jelang keberangkatan

Kabut menutupi perlintasan Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara itu, sang suami, Yahya, memilih cara sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh menjelang keberangkatan. Ia rutin berjalan kaki setiap pagi sejauh kurang lebih 4 kilometer.

"Setiap pagi Maraton (jalan kaki) sekitar 4 kilometer untuk melatih fisik," jelasnya.

Editorial Team