Pasien Rehabilitasi BNN Prabumulih Dirawat Usai Minum Pembersih Lantai

- Seorang pasien rehabilitasi BNN Prabumulih berinisial OB dilarikan ke RSUD setelah diduga menenggak cairan pembersih lantai di kantor BNN setempat.
- Kepala BNN Prabumulih menyebut kondisi OB kini stabil dan akan dipindahkan ke yayasan swasta untuk melanjutkan rehabilitasi dengan sistem rawat inap.
- Istri korban membenarkan dugaan keracunan dan meminta agar OB dirawat di rumah sakit karena masih lemah serta mengalami luka bakar di mulut akibat cairan tersebut.
Prabumulih, IDN Times - Seorang pasien rehabilitasi di BNN Prabumulih berinisial OB (35) dilarikan ke rumah sakit usai diduga melakukan percobaan bunuh diri. Korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prabumulih usai nekat meminum cairan pembersih lantai saat berada di Kantor BNN Prabumulih.
"Belum kita pastikan apakah korban meminum cairan Porstex. Namun, saat ditemui di lantai 2 (kantor BNN) ditemukan botol itu (Prostex)," ungkap Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Fauziah, Jumat (27/3/2026).
1. Korban ditemukan di lantai 2 kantor BNN Prabumulih

Fauziah menjelaskan, korban bukan merupakan tahanan BNN Prabumulih melainkan pasien rehabilitasi. Para penjaga juga mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Korban sempat meminta izin untuk melaksanakan salat di lantai dua kantor BNN Prabumulih, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
"Keluarga OB sempat meminta rawat inap, tapi hasil tindakan observasi dari rumah sakit tidak ada (hal yang fatal)," jelasnya.
2. Korban masih dalam pengawasan BNN Prabumulih

Fauziah memastikan saat ini kondisi korban sudah baik-baik saja dan tidak ada kondisi medis yang mengkhawatirkan. Untuk itu, pihak BNN Prabumulih memilih untuk membawa korban kembali ke tempat rehabilitasi.
"Makanya kami bawa pulang ke BNN, karena dia merupakan klien kami yang masih dalam pengawasan," jelasnya.
Fauziah mengatakan pihaknya akan memindahkan lokasi rehabilitasi korban ke yayasan swasta. Langkah ini dilakukan agar proses rehabilitasi dapat dilanjutkan melalui skema rawat inap.
"Untuk rawat inap dilakukan karena terbukti mengonsumsi narkoba," ungkapnya.
3. Keluarga berharap korban dapat perawatan medis
Sementara itu, istri OB berinisial YL membenarkan adanya dugaan korban menenggak cairan pembersih lantai. Ia berharap suaminya segera mendapatkan perawatan di rumah sakit, mengingat adanya luka bakar pada bagian mulut akibat cairan tersebut.
"Suami saya masih mual dan pusing. Bahkan mulutnya terbakar karena meminum Prostex. Kami hanya minta OB untuk dirawat dulu di rumah sakit, bukan malah dibawa pulang lagi ke kantor BNN Prabumulih. Kami khawatir akan keadaan OB karena kondisinya masih lemah," ungkap YL.
YL mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil diagnosis dokter, suaminya mengalami keracunan cairan pembersih lantai. Dokter pun menyarankan agar korban menjalani perawatan inap di rumah sakit.
"Kami minta kepastian kesehatan OB dulu untuk dirawat di rumah sakit, jangan dibiarkan di kantor BNN Prabumulih. Apalagi kondisinya lagi drop dan masih lemas dan sulit makan," ungkap dia.


















