Nakhoda KM Kurnia Meninggal saat Melaut di Perairan Sungai Lumpur OKI

- Korban menghembuskan napas terakhirnya di atas kapal saat melaut
- Jenazah kemudian dijemput dan dibawa ke rumah duka di Desa Upang
- Sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan kondisi badan tidak enak
Ogan Komering Ilir, IDN Times - Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel mengevakuasi jenazah seorang nahkoda kapal yang meninggal dunia saat melaut di perairan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Sabtu (7/2/2026).
Korban bernama Rudi, nakhoda KM Kurnia yang mengembuskan napas terakhirnya di atas kapal saat melaut. Saat ini jasad korban sudah dievakuasi petugas Polairud Polda Sumsel menggunakan ambulans apung dari Pos Pangkalan Sandar Upang.
1. Jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Upang

Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Heru Agung Nugroho mengatakan evakuasi terhadap korban berawal dari laporan seorang warga Desa Upang, bernama Yudi. Saat itu Yudi melaporkan bahwa anggota keluarganya, Rudi, meninggal dunia di atas kapal saat melaut dan meminta bantuan evakuasi.
"Setelah itu personel langsung bergerak dengan membawa ambulans terapung. Jenazah kemudian dijemput dan dibawa ke rumah duka di Desa Upang," jelasnya.
2. Sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan kondisi badan tidak enak

Kombes Heru menambahkan, berdasarkan keterangan anak buah kapal (ABK), malam sebelumnya, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, Rudi masih berdiri di ruang kemudi memimpin anak buah kapal menarik jaring ikan seperti biasanya.
"Sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan kondisi badan tidak enak serta merasakan nyeri di bagian dada, namun tetap memilih melanjutkan pekerjaannya," ungkapnya.
Tak lama kemudian para ABK merasakan ada sesuatu yang janggal ketika kapal terus melaju meski sudah diberi aba-aba untuk berhenti. Salah satu ABK kemudian menghampiri ruang kemudi dan menemukan Rudi telah terguling, tak sadarkan diri.
3. Ambulans apung diberangkatkan dari Pos Upang menuju perairan Sungai Sujian

Setelah diperiksa, Rudi dinyatakan meninggal dunia di atas kapal. Kabar tersebut segera disampaikan ke daratan oleh Yudi, warga Desa Upang sekaligus keluarga almarhum, yang kemudian mendatangi Pos Pangkalan Sandar Upang untuk meminta bantuan.
"Ambulans apung diberangkatkan dari Pos Upang menuju perairan Sungai Sujian dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Perjalanan tidak mudah, karena petugas harus menembus ombak besar dan arus sungai yang cukup kuat," ujar Heru.
Setibanya di lokasi, jenazah Rudi dievakuasi dari KM Kurnia dan dipindahkan ke ambulans apung dengan penuh kehati-hatian. Jenazah akhirnya tiba di Desa Upang pada hari yang sama dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


















