Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Maskapai dan Biaya Tol Picu Inflasi Sumsel Maret 2026

ilustrasi maskapai
ilustrasi maskapai (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya sih...
  • Inflasi diperkirakan terjadi di Sumatra Selatan pada Maret 2026, terutama dari harga maskapai dan biaya tol.
  • Potensi inflasi juga berasal dari kelompok makanan atau volatile food karena faktor cuaca, musim panen, atau distribusi.
  • Pemerintah daerah menggelar operasional pasar murah dan inspeksi mendadak untuk menekan inflasi selama momen Ramadan 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Inflasi atau kenaikan harga pada komoditas diperkirakan terjadi di Sumatra Selatan pada Maret 2026. Prediksi tersebut seiring dengan kelangsungan Ramadan di Februari dan momen Idul Fitri pada bulan ketiga nanti.

"Maret nanti antisipasi (kenaikan harga) angkutan udara dan tol mungkin akan diwaspadai (inflasi)," ujar Statitisi Ahli Madya BPS Sumsel, Intan Yudistri Febrina, dikutip, Minggu (8/2/2026).

1. Kebijakan diskon harga dorong inflasi tak melonjak

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski inflasi angkutan udara serta biaya tol diantisipasi terjadi pada bulan depan, namun kata Yudistri, potensi inflasi tersebut dicegah bila ada kebijakan diskon atau potongan harga dari pemerintah.

"Karena biasanya, ada kebijakan diskon (harga) ketika momen perayaan hari besar. Jika ada (kebijakan diskon) inflasi tak melonjak," jelasnya.

2. Potensi inflasi pada volatile food sering diwaspadai

Ilustrasi pedagang telur di pasar tradisional
Ilustrasi pedagang telur di pasar tradisional (IDN Times/Mhd Saifullah)

Selain harga maskapai dan tiket kendaraan umum, inflasi yang perlu diantiasipasi juga dari kelompok makanan atau volatile food. Sebab, kelompok komoditas bahan pangan lebih mudah bergejolak, jika ada faktor pemengaruh dari sisi cuaca, musim panen, atau gangguan distribusi.

"Karena yang paling sering berpengaruh (inflasi) dari komoditas food," kata dia.

3. Ayam dan telur merupakan kelompok yang diwaspadai inflasi

Lulu, pedagang telur di Pasar Sepinggan Balikpapan
Lulu, pedagang telur di Pasar Sepinggan Balikpapan (IDN Times/Erik Alfian)

Yudistri menyampaikan, sejauh ini langkah prioritas pemerintah daerah dalam menekan inflasi adalah dengan konsisten menggelar operasional pasar murah pada saat momen Ramadan 2026 berlangsung.

Serta katanya, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dengan melibatkan dinas terkait untuk bisa memantau harga pasar yang terkadang tak terkendali dan jadi permainan pedagang.

"Yang penting saat operasi pasar murah lihat harga food paling potensi (inflasi) seperti ayam petelur, ayam potong tas dan telur ayam negeri," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pengamat: Ekonomi Sumsel 2026 Tumbuh, Meski Ada Efisiensi Anggaran

08 Feb 2026, 18:18 WIBNews