Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ngeri, Lansia Palembang Digigit Buaya Saat Cuci Kaki di Sungai Borang

ilustrasi buaya
ilustrasi buaya (pixabay.com/Rajeesh T K)
Intinya sih...
  • Lansia Palembang digigit buaya saat cuci kaki di sungai Borang, mengalami luka robek di kaki kirinya.
  • Hasan berhasil memukul buaya dengan gayung dan selamat meski harus dijahit sekitar 25 jahitan.
  • Warga diminta waspada karena buaya kembali muncul setelah laporan kemunculan pada tahun 2023.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seorang warga Palembang berusia lanjut (70) mengalami kejadian tragis saat mencuci kaki di anak sungai Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, 5 Februari lalu.

"Korban merupakan petani yang sehari-hari dipanggil Hasan," ujar Lurah Sukamulya, Ilham Wahyuni, Minggu (8/2/2026).

1. Korban merupakan petani dan memelihara sapi

Korban digigit buaya
Korban lansia di Palembang yang digigit buaya (Dok. Rahmat untuk IDN Times)

Menurut keterangan Ilham, akibat diserang buaya kini Hasan mengalami luka robek di bagian kaki kirinya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pekan lalu. Hasan diketahui mencuci kaki di pinggir sungai usai menginjak kotoran sapi.

"Hasan kesehariannya juga memelihara sapi. Korban digigit buaya berukuran sekitar 2 meter yang tiba-tiba muncul ke permukaan," katanya.

2. Hasan menyelamatkan diri pakai gayung dalam perahu

ilustrasi buaya
ilustrasi buaya (pexels.com/Bianca)

Ilham menyampaikan, Hasan sempat melakukan perlawanan dan mengambil gayung yang ada di perahunya. Kemudian Hasan sempat memukul buaya tersebut hingga akhirnya bisa melepaskan diri.

"Di perahu ada gayung, dipakainya untuk memukul buaya. Korban selamat, tali kakinya luka dan harus dijahit sekitar 25 jahitan," jelas dia.

3. Laporan keberadaan buaya sudah disampaikan ke BKSDA sejak 2023

Digigit buaya
Korban lansia di Palembang yang digigit buaya (Dok. Rahmat untuk IDN Times)

Lokasi serangan buaya yang dialami Hasan lanjut Ilham, berada pada jarak puluhan meter dari rumah korban. Dengan kondisi ini, warga sekitar diminta lebih waspada saat mendekati sungai.

Sebelumnya, pihak BKSDA bersama Dinas terkait sudah ke lokasi untuk melakukan pencarian dan rencana penangkapan buaya. Namun, hingga kini upaya tersebut belum terealisasi karena beberapa kendala.

"Laporan kemunculan buaya di wilayah kejadian ini sebenarnya sudah pernah disampaikan (BKSD) pada tahun 2023," kata dia.

Namun lanjut Ilham, pada saat itu belum ada korban jiwa. Hingga kini, masyarakat diminta untuk tetap waspada. Apalagi terbaru, buaya kembali muncul dan menimbulkan korban jiwa.

"Kami sudah pasang papan peringatan. Bagi warga yang mendekati sungai kami imbau untuk hati-hati," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pengamat: Ekonomi Sumsel 2026 Tumbuh, Meski Ada Efisiensi Anggaran

08 Feb 2026, 18:18 WIBNews