Mayat Lansia ditemukan Mengapung di Persawahan Desa Penyandingan OKI

- Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dalam air
- Jasad korban ditemukan warga yang hendak ke sawah menggunakan perahu
- Korban terakhir berpamitan hendak pergi memancing ke sawah
Ogan Ilir, IDN Times - Warga Desa Penyandingan, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) digemparkan penemuan sesosok mayat perempuan mengapung di areal persawahan, Sabtu (7/2/2026) sekira pukul 13.00 WIB.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dalam air areal persawahan milik masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui identitas korban berinisial J (64) berjenis kelamin perempuan dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Korban merupakan warga Desa Penyandingan, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI.
1. Jasad korban ditemukan warga hendak ke sawah menggunakan perahu

Kejadian bermula saat seorang warga bernama Sar, hendak pergi ke sawah menggunakan perahu. Saat melintas di lokasi kejadian, saksi melihat sesuatu yang mencurigakan menyerupai tubuh manusia yang mengambang dalam keadaan tertelungkup di air.
Kemudian saksi Sar mendekati sosok tersebut dan memastikan yang dilihatnya adalah seorang mayat perempuan. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Penyandingan, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada anggota piket Polsek Sirah Pulau Padang.
2. Korban terakhir berpamitan hendak pergi memancing ke sawah

Usai menerima laporan, petugas dari Polsek Sirah Pulau Padang langsung ke lokasi dan segera melakukan pemeriksaan awal lalu memastikan bahwa mayat tersebut adalah J, warga setempat.
"Berdasarkan keterangan Etin, anak korban, diketahui bahwa almarhumah berangkat dari rumah jam 9 dengan tujuan memancing ikan di area sawah. Biasanya, korban pulang ke rumah pada waktu makan siang. Namun hingga jam 12 korban belum kembali," ujar Kapolsek Sirah Pulau Padang Iptu Ade Candra.
Barulah sekira pukul 13.00 WIB, Nesu, sepupu korban, menghubungi Etin dan menyampaikan ibunya ditemukan meninggal dunia di lokasi yang biasa digunakan korban untuk memancing ikan.
“Petugas Polsek SP Padang langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian, mengamankan area sekitar, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban," jelasnya.
3. Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung. Keluarga juga telah menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
"Pihak kepolisian telah menyarankan kepada keluarga korban untuk dilakukan autopsi di RS Kayuagung guna memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut," ungkap Kapolres.


















