Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masih Ada 84 Hotspot di Sumsel, Oktober 2026 Rekor Tertinggi
Peta sebaran hotspot Sumsel pada Sabtu (31/10/2026). (Dok. SiPongi Kemenhut)
  • Secara keseluruhan, hotspot ditemukan di 12 daerah di Sumsel

  • Fokus penanganan karhutla saat ini berada di dua wilayah, yakni Kabupaten OKI dan Muara Enim

  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 30 Oktober, Satgas Udara melaksanakan 4 sortie penerbangan

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Jumlah hotspot atau titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali naik. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, hingga Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, terdeteksi 84 hotspot di Sumsel.

Angka tersebut naik dibandingkan sehari sebelumnya sempat turun diangka 27 titik. Tak hanya itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel juga melaporkan jumlah hotspot per bulan 2026 mencapai 120.330 titik sejak Januari hingga 31 Oktober.

Oktober menorehkan angka 53.615 titik dan menempati posisi paling tinggi sepanjang tahun ini jika terhitung sejak 2015.

1. Secara keseluruhan, hotspot ditemukan di 12 daerah di Sumsel

Situasi karhutla Sumsel pada Sabtu (31/10/2026). (Dok. BPBD Sumsel)

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan saat ini hotspot kembali meningkat diangka 84 titik. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan dua hari sebelumnya. Pada Kamis (29/10/2026), terdapat 27 hotspot, sedangkan Rabu (28/10/2026) hanya ditemukan tiga titik, menjadi angka terendah dalam dua bulan terakhir.

Secara keseluruhan, hotspot ditemukan di 12 daerah di Sumsel. Lima wilayah yang tidak terdeteksi memiliki titik panas adalah Palembang, Pagar Alam, Ogan Ilir, Empat Lawang, dan PALI.

"Dari keseluruhan titik panas tersebut, sebanyak 26 berada di lahan gambut dan 58 lainnya terdeteksi di lahan mineral. Penurunan sebelumnya berkaitan dengan hujan yang mengguyur sejumlah wilayah serta padamnya kebakaran hutan dan lahan di beberapa lokasi," ujarnya.

2. Fokus penanganan karhutla saat ini berada di Kabupaten OKI dan Muara Enim

Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)

Sedangkan fokus penanganan karhutla saat ini berada di dua wilayah, yakni Kabupaten OKI dan Muara Enim. Adapun titik api (firespot) yang masih ditanggulangi di wilayah OKI berada di Kecamatan Pangkalan Lampam, Pedamaran dan Cengal. Kemudian firespot di Muara Enim berada di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan.

"Hasil patroli 30 Oktober, ditemukan 8 kejadian karhutla dengan estimasi luas lahan terbakar yakni 46,50 hektare. Beberapa kejadian karhutla tersebar di wilayah OKI, Muba dan Ogan Ilir," jelas Sudirman.

3. Satgas Udara melaksanakan empat sortie penerbangan OMC

Satgas Udara semai NaCl dan dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca. (Dok. Puspeni TNI)

Sementara untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 30 Oktober, Satgas Udara melaksanakan empat sortie penerbangan. Itu terdiri dari tiga sortie pesawat Casa 212 dan satu sortie menggunakan Cessa Grand Caravan 208B.

Bahan semai menggunakan dry ice sebanyak 800 kilogram di atas langit Palembang ditambah 4.800 NaCl dan 800 NaCl di atas langit Banyuasin dan OKI.

"Hasil pemantauan ISPU PM2,5 menunjukkan kualitas udara bervariasi dari kategori sedang hingga tidak sehat. Sementara itu, jarak pandang di Bandara SMB II Palembang tercatat 1.500 meter pada jam 6 pagi," ungkap Sudirman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article