Langit Sumbar Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Provinsi Tetangga

- Kabut asap tebal menyelimuti Kota Padang pada Kamis, 13 Agustus 2026, dipicu kebakaran lahan dan hutan di Riau serta Sumatra Selatan.
- BMKG menyebut angin tenggara, kiriman asap antardaerah, dan minimnya hujan selama tiga hari membuat partikel kering terangkat sehingga udara Sumbar tampak buram.
- Kualitas udara Sumatra Barat masih berkategori baik hingga sedang, namun masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker, dan menghindari pembakaran.
Padang, IDN Times - Udara di Sumatra Barat saat ini semakin memburuk akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Provinsi Riau dan Sumatra Selatan yang semakin parah terjadi sejak beberapa hari belakangan.
Pada Kamis (13/8/2026), terpantau kabut asap yang cukup tebal sudah menyelimuti langit Kota Padang dan menghambat cahaya matahari menembus bumi Ranah Minang.
Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa kondisi udara kabur di Kota Padang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah fenomena haze alias kabut asap.
1. Udara di Padang Kabur

Kota Padang diselimuti kabut asap (Foto: IDN Times/Halbert Caniago) Yudha mengatakan bahwa udara berkabut atau asap yang menyelimuti langit Kota Padang disebabkan oleh beberapa faktor.
"Kekaburan udara saat ini disebabkan oleh partikel-partikel udara kering. Penyebabnya bisa dari pembakaran, polusi, dan sebagainya," katanya.
Menurutnya, asap kiriman dari provinsi tetangga yang mengalami kebakaran lahan dan hutan yang cukup hebat juga mengakibatkan kabut di wilayah Kota Bengkoang.
2. Pergerakan angin di Sumbar

Kota Padang diselimuti kabut asap (Foto: IDN Times/Halbert Caniago) Yudha mengatakan bahwa pergerakan angin saat ini bertiup dari arah tenggara, meliputi wilayah Dharmasraya, Solok Selatan, Sijunjung, hingga Bengkulu.
Selain potensi kiriman asap, minimnya curah hujan di wilayah Sumbar dalam beberapa hari terakhir menjadi penentu utama terjadinya fenomena haze.
"Berdasarkan data kami, selama tiga hari terakhir hujan di wilayah Sumatera Barat cenderung sangat minim. Kondisi ini membuat partikel-partikel kering di permukaan lebih mudah terangkat ke atmosfer," jelasnya.
Akibat terangkatnya partikel kering tersebut, udara menjadi tampak buram sehingga masyarakat melihatnya seperti kondisi berkabut atau berasap.
3. Kualitas udara masih aman

Kota Padang diselimuti kabut asap (Foto: IDN Times/Halbert Caniago) Meski pandangan mata terganggu oleh udara kabur, BMKG mencatat kualitas udara di wilayah Sumatra Barat secara umum masih berada pada rentang kategori baik hingga sedang.
Guna mengantisipasi dampak kesehatan, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan.
"Masyarakat diimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker jika beraktivitas di luar, serta tidak melakukan kegiatan pembakaran sampah atau lahan, sambil tetap mewaspadai perubahan kondisi cuaca yang signifikan," tutup Yudha.


















