Dolar AS Tembus Rp18 Ribu Lagi, Ini Efeknya di Masyarakat

Dolar AS sempat menembus Rp18 ribu pada 29 September 2026, menandai pelemahan rupiah terburuk sepanjang sejarah sebelum bergerak menguat tipis ke Rp17.950.
Pelemahan rupiah berkepanjangan dinilai dapat menekan daya beli, mengurangi produksi industri, dan berpotensi memicu PHK massal, terutama pada manufaktur yang bergantung bahan baku impor.
Kenaikan kurs dolar meningkatkan biaya produksi, mengancam korporasi dan UMKM; pemerintah didorong memperkuat kebijakan fiskal-moneter, memperluas stimulus UMKM, serta menciptakan iklim investasi ramah modal.
Palembang, IDN Times - Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Indonesia sempat menembus angka Rp18 ribu pada 29 September 2026. Angka itu merupakan kondisi rupiah paling lemah sepanjang sejarah. Ketika nilai rupiah kian lemah, efek negatif pun muncul di tengah masyarakat.
"Jika terjadi pelemahan rupiah yang berkepanjangan, berpotensi menekan daya beli masyarakat, menurunkan volume produksi industri, hingga memicu gelombang PHK massal," ujar Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan, Sri Rahayu, dikutip Rabu, (30/9/2026).
1. Nilai tukar mata uang berdampak cepat dalam jangka pendek

ilustrasi seseorang yang memegang uang kertas rupiah Indonesia di dalam dompet (pexels.com/Ahsanjaya) Tak hanya berdampak dalam jangka panjang, sebenarnya kondisi rupiah yang rendah pun dapat menyebabkan efek jangka pendek. Seperti kondisi babak belur terhadap industri manufaktur.
"Karena sektor ini masih bergantung pada skema bahan baku impor," kata dia.
2. Nilai tukar memengaruhi pergerakan ekonomi

ilustrasi seseorang yang memegang beberapa uang kertas rupiah Indonesia (pexels.com/Ahsanjaya) Lebih lanjut, ia menyampaikan, kenaikan kurs dolar secara otomatis melambungkan biaya produksi atau cost of production. Situasi ini, kata Rahayu, bisa mengancam keberlangsungan usaha korporasi.
"Termasuk pertumbuhan ekonomi dan perputaran keuangan di sektor UMKM," ujarnya.
3. Desak pemerintah lakukan kebijakan fiskal

Dok. Kolase Tangkapan Layar (IDN Times) Rahayu mendesak, salah satu upaya memperbaiki ekonomi saat kondisi tak stabil adalah agar pemerintah pusat maupun daerah bergerak cepat memperkuat barikade kebijakan fiskal dan moneter untuk meredam dampak inflasi barang baku.
"Pemerintah perlu memperluas stimulus anggaran yang menyasar sektor UMKM serta menciptakan iklim investasi yang ramah modal," jelas dia.
Sementara itu, dari pantauan IDN Times pada 30 September 2026, nilai rupiah terhadap dolar AS bergerak tipis, menunjukkan penguatan, yakni berada pada angka Rp17.950.000 dari sebelumnya lebih dari Rp18 ribu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




![[WANSUS] Herman Deru Jawab Pertanyaan Karhutla: dari Asap sampai Banpres Rp100 M](https://image.idntimes.com/post/20260928/img-20260928-wa0014_338118ec-b76d-4b8c-898f-cb439fc143b2_watermarked_idntimes-1.jpg)

















