Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

1 Bulan Lebih Karhutla OKI Membara, Api Dipadamkan Tapi Muncul Lagi

Kota Palembang
2 min read
1 Bulan Lebih Karhutla OKI Membara, Api Dipadamkan Tapi Muncul Lagi
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Penanganan karhutla di OKI, Sumatra Selatan, telah berlangsung lebih dari sebulan, dengan lahan gambut kering dan area perkebunan luas menyulitkan pemadaman.

  • Gubernur Herman Deru menyatakan api kerap muncul kembali setelah dipadamkan; pemerintah menjaga stamina petugas lapangan melalui motivasi dan honor dari anggaran pusat.

  • Pengawasan sulit karena wilayah luas dan titik api dapat muncul di sekitar pohon sawit; masyarakat kembali diingatkan tidak membakar lahan karena bara bisa terbawa angin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, telah berlangsung lebih dari sebulan. Kondisi lahan gambut yang mengering serta luasnya area perkebunan menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemadaman terus dilakukan, meski kondisi di lapangan tidak mudah. Ia memahami adanya pertanyaan dari masyarakat terkait karhutla yang masih terjadi, namun menurutnya petugas terus bekerja dan tidak mengendurkan upaya penanganan.

"Bukan berdiam diri, (tapi) saat dipadamkan muncul lagi, muncul lagi," ungkap Herman Deru, Selasa (29/9/2026).

  1. 1. Tim di lapangan butuh dukungan

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menurut Deru, tim yang bekerja di lapangan terus diberikan motivasi dan semangat agar bekerja lebih maksimal dalam mencegah serta menangani kebakaran. Pemerintah Sumsel juga memanfaatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk memberikan honor kepada petugas yang terlibat di lapangan.

    "Penanganan di OKI sudah sebulan lebih, stamina orang di lapangan juga harus dijaga. Kita yang jauh saja terasa, apalagi orang di situ," jelasnya.

  2. 2. Pengawasan di lapangan dinilai tidak mudah

    Asap pekat membubung dari kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan.
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Menurutnya, luasnya wilayah yang harus diawasi menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Ia mencontohkan kemunculan api di sekitar pohon sawit yang membuat pengawasan di lapangan tidak mudah.

    "Di Jalan Radial saja muncul di pohon sawit. Bayangkan jutaan pohon di lapangan, siapa mau kontrolnya," katanya.

  3. 3. Masyarakat diminta tak bakar lahan

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Herman Deru pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, persoalan karhutla bukan hanya api yang membakar lahan, tetapi juga bara yang dapat terbawa angin dan memicu kebakaran di area lain.

    "Yang selalu saya ingatkan itu kesadaran masyarakat, jangan dibakar. Bukan pembakarannya saja yang bahaya, tapi terbangannya itu dibawa angin. Alang-alang luar biasa," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More