Ratu Dewa: Jangan Paksa Anak Sekolah saat Udara Tak Mendukung

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta sekolah tidak memaksakan siswa masuk saat udara tidak sehat, dengan kesehatan anak sebagai prioritas utama.
ISPU Palembang mencapai 433 dan masuk kategori sangat berbahaya; keputusan PJJ perlu mempertimbangkan kualitas udara, tren ISPU, serta kondisi kesehatan masyarakat termasuk kasus ISPA.
Dewa meminta sekolah dan komite membahas ulang PJJ. Kebijakan belajar tatap muka atau dari rumah harus disesuaikan secara dinamis dengan kondisi udara.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa kembali mengevaluasi kebijakan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhadap siswa sekolah saat kondisi udara dalam status tidak sehat dan berbahaya.
"Jangan sampai kita memaksakan anak-anak masuk sekolah sementara kondisi udara tidak mendukung. Prinsipnya, kesehatan anak harus kita utamakan," ujarnya, Rabu (30/9/2026).
1. Ingatkan kesehatan anak-anak menjadi prioritas

Dua kakak beradik Agni (10) dan Alda (7) siswa SDIT Nurul Ilmi Banyuasin saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Disdik Banyuasin memberlakukan PJJ akibat kabut asap sejak 21-26 September 2026. (IDN Times/Hafidz Trijatnika) Dewa mengatakan, berdasarkan kondisi udara yang belum masuk kategori sehat, sebaiknya sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan agar PJJ diterapkan secara berlanjut.
Apalagi, katanya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang sudah berada pada angka 433 atau masuk kategori sangat berbahaya. Namun, jelas dia, keputusan pelaksanaan pembelajaran harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk permintaan dari instansi pendidikan, guru, wali murid, orang tua, dan siswa.
"Kalau ISPU sangat buruk seperti ini, kesehatan anak-anak harus jadi prioritas utama. Saya harap kepala sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan untuk dilakukan PJJ," jelasnya.
2. Penerapan PJJ butuh melihat berbagai indikator

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Dia menyampaikan, keselamatan dan kesehatan peserta didik tidak boleh diabaikan di tengah kondisi kualitas udara yang kian buruk. Katanya, aktivitas anak-anak di luar ruangan, termasuk perjalanan menuju dan dari sekolah, perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
Dirinya menegaskan, penerapan PJJ bukan semata-mata melihat angka ISPU, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu serta kondisi kesehatan masyarakat.
"Keputusan PJJ tentu harus melihat beberapa indikator. Bukan hanya kualitas udara, tetapi juga perkembangan ISPU dan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kasus ISPA," jelas dia.
3. Harap kepala sekolah dan komite mempertimbangkan kembali PJJ

Dua kakak beradik Agni (10) dan Alda (7) siswa SDIT Nurul Ilmi Banyuasin saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Disdik Banyuasin memberlakukan PJJ akibat kabut asap sejak 21-26 September 2026. (IDN Times/Hafidz Trijatnika) Lebih lanjut, Dewa meminta pihak sekolah bersama komite sekolah untuk melakukan pembahasan kembali mengenai kondisi udara dan penerapan PJJ. Hasil pembahasan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan apakah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tetap dilanjutkan atau kembali dilakukan dari rumah.
"Saya berharap kepala sekolah bisa rapat kembali bersama komite sekolah. Nanti dibahas dan ditentukan lagi keputusan yang paling tepat melihat kondisi udara saat ini," jelasnya.
Ratu Dewa menilai, kebijakan pendidikan dalam situasi kabut asap dan pencemaran udara harus bersifat dinamis. Artinya, keputusan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jika kualitas udara membaik dan berada pada kondisi yang lebih aman, kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dipertimbangkan. Sebaliknya, jika kualitas udara semakin memburuk, pembelajaran dari rumah dinilai sebagai salah satu langkah perlindungan terhadap siswa.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
![[WANSUS] Herman Deru Jawab Pertanyaan Karhutla: dari Asap sampai Banpres Rp100 M](https://image.idntimes.com/post/20260928/img-20260928-wa0014_338118ec-b76d-4b8c-898f-cb439fc143b2_watermarked_idntimes-1.jpg)



















