Palembang, IDN Times - Kualitas udara di Sumatra Selatan (Sumsel) mulai mengalami penurunan seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data tim gabungan penanganan karhutla Sumsel per 11 Agustus 2026, tercatat sebanyak 142 titik panas tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel, Rezawahya, mengatakan kondisi kualitas udara di Sumsel secara umum masih cukup baik. Namun, sejumlah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara telah berada pada kategori tidak sehat.
"Pertama, kualitas udara memang menurun. Kalau dibanding 2023, tidak separah 2023," ujar Rezawahya kepada IDN Times, Rabu (12/8/2026).
