Palembang, IDN Times - Sebagian masyarakat mungkin masih ingat dengan kasur tipis berisi kapuk yang memiliki jahitan kotak-kotak kecil di permukaannya. Kasur tersebut biasanya digelar di lantai untuk tidur, duduk santai, hingga menjadi alas ketika berkumpul bersama keluarga.
Produk itu dikenal dengan nama kasur lihab atau kasur Palembang. Meski sekarang keberadaannya mulai jarang ditemukan dibandingkan dengan perlengkapan tidur modern, kasur tradisional ini pernah menjadi salah satu produk kerajinan rumah tangga yang cukup berkembang di Kota Pempek.
Menariknya, perjalanan Kasur Palembang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap alas tidur. Produk tersebut juga menyimpan cerita tentang perkembangan industri rumahan, aktivitas perdagangan, hingga perubahan mata pencaharian warga di kawasan 26 Ilir.
Berikut IDN Times merangkum jawaban kenapa kasus ini dapat identik dengan Palembang.