Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Emosi Lebih Gampang Naik Saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Sederhananya

Kota Palembang
Kenapa Emosi Lebih Gampang Naik Saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Sederhananya
ilustrasi emosi (freepik.com/jcomp)
  • Cuaca panas membuat tubuh bekerja lebih keras dan cepat lelah, sehingga hal kecil lebih mudah memicu emosi ketika kondisi fisik serta mental tidak prima.
  • Udara panas pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur, sementara dehidrasi ringan akibat banyak berkeringat bisa memicu pusing, sulit fokus, dan mudah tersinggung.
  • Ruangan pengap serta perubahan rutinitas akibat cuaca ekstrem dapat menambah ketidaknyamanan dan frustrasi; menjaga minum, istirahat, serta sirkulasi udara membantu menstabilkan mood.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa lebih gampang marah atau kesal saat cuaca sedang panas-panasnya? Ternyata bukan cuma perasaan, ada beberapa faktor sederhana yang membuat suhu tinggi ikut memengaruhi suasana hati sehari-hari.

Apalagi, wilayah Sumatra Selatan, khususnya Palembang, saat ini sedang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menghirup udara yang tidak sehat, akan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh, baik secara fisik maupun psikologis.

Berikut rangkuman IDN Times, kenapa emosi kamu lebih gampang naik saat cuaca panas.

  1. 1. Suhu tinggi bikin tubuh lebih mudah lelah

    Ilustrasi pria muda berkeringat dan kepanasan di kantor, mengipasi diri sambil duduk di depan meja kerja.
    Ilustrasi kepanasan (freepik.com/master1305)

    Saat cuaca panas, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil, misalnya lewat produksi keringat yang lebih banyak. Proses ini menguras energi lebih cepat dibandingkan dengan hari-hari dengan cuaca sejuk. Tubuh yang lelah biasanya lebih rentan bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil yang biasanya tidak terlalu diperhatikan.

    Dalam kondisi lelah, tentu saja mental kamu pun tidak dalam kondisi prima. Sedikit saja ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan kamu, emosi kamu akan meningkat.

  2. 2. Kualitas tidur menurun akibat udara panas

    Ilustrasi suasana tidur dengan seseorang berbaring di atas tempat tidur untuk beristirahat dengan tenang.
    ilustrasi tidur(Dok. unsplash.com/Greg Pappas)

    Udara panas di malam hari sering membuat tidur jadi kurang nyenyak, bahkan terbangun beberapa kali karena gerah. Tidur yang tidak berkualitas ini berdampak langsung pada mood keesokan harinya. Semakin sering tidur terganggu, semakin mudah pula emosi terasa naik-turun.

    Untuk menghindarinya, tidur di ruangan ber-AC atau tidak lupa menyalakan kipas angin agar tidur kamu lebih nyenyak. Hindari menggunakan selimut tebal agar kamu tidak berkeringat dan terbangun di tengah tidur nyenyakmu.

  3. 3. Dehidrasi ringan memengaruhi suasana hati

    Ilustrasi perempuan duduk di tempat tidur sambil memegang kepala dan segelas air, menggambarkan dehidrasi saat tidur.
    Ilustrasi Dehidrasi Selama Tidur (https://www.magnific.com/freepik)

    Cuaca panas membuat cairan tubuh lebih cepat berkurang lewat keringat, dan kalau tidak diimbangi dengan minum air yang cukup, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan tanpa disadari. Kondisi ini sering muncul sebagai rasa pusing ringan, sulit fokus, atau gampang tersinggung.

    Minum air secara teratur jadi salah satu cara sederhana untuk menjaga mood tetap stabil.

  4. 4. Ruangan pengap memicu rasa tidak nyaman berkepanjangan

    Ilustrasi ruangan pengap (Unsplash.com/Denny Müller)
    Ilustrasi ruangan pengap (Unsplash.com/Denny Müller)

    Berada di ruangan yang panas dan minim sirkulasi udara dalam waktu lama bisa membuat rasa tidak nyaman menumpuk sedikit demi sedikit. Rasa gerah yang terus-menerus ini sering berubah jadi kegelisahan yang sulit dijelaskan penyebabnya. Sirkulasi udara yang lebih baik biasanya membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut.

    Pastikan ruangan punya sirkulasi udara yang baik. Sesekali membuka pintu atau jendela, dapat membuat sirkulasi udara lebih baik.

  5. 5. Rutinitas terganggu karena cuaca ekstrem

    Ilustrasi pria yang kepanasan sampai susah fokus dan menurunkan kemampuan kognitif (pexels.com/stockking)
    Ilustrasi pria yang kepanasan sampai susah fokus dan menurunkan kemampuan kognitif (pexels.com/stockking)

    Cuaca panas kadang memaksa seseorang mengubah rencana, misalnya menunda olahraga luar ruangan atau memilih rute lain karena aspal yang terlalu panas. Perubahan rutinitas yang mendadak ini bisa menambah rasa frustrasi, terutama kalau terjadi berulang kali dalam seminggu. Menyesuaikan jadwal agar lebih fleksibel bisa membantu mengurangi rasa terganggu tersebut.

    Memahami kaitan antara cuaca panas dan suasana hati bisa membantu lebih sadar diri saat emosi mulai terasa naik tanpa sebab yang jelas. Menjaga asupan air, waktu istirahat, dan sirkulasi udara jadi langkah sederhana yang bisa dicoba lebih dulu sebelum menyalahkan diri sendiri atas mood yang berubah-ubah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More