Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Stok Beras Sumsel 116 Ribu Ton, Bulog Klaim Bisa Kirim ke Daerah Lain

Kota Palembang
Stok Beras Sumsel 116 Ribu Ton, Bulog Klaim Bisa Kirim ke Daerah Lain
Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Pemerintah Sumsel memastikan stok beras Bulog Sumsel Babel aman hingga Juli 2027, dengan persediaan di gudang Sumsel mencapai 116 ribu ton.
  • Stok beras diproyeksikan terus bertambah karena panen padi masih berlangsung di sejumlah wilayah berindeks pertanaman 200, meski sedang musim kemarau.
  • Gubernur meminta warga membeli sesuai kebutuhan, melaporkan beras medium di atas Rp12.500 per kilogram, serta mendorong operasi pasar sepanjang Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) memastikan tak ada kekurangan stok beras di Bumi Sriwijaya. Gubernur Herman Deru mengungkap saat ini stok di gudang Bulog yang berada di wilayah Sumsel Babel mencukupi untuk kebutuhan wilayah hingga satu tahun ke depan atau sampai Juli 2027.

"Beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat kemasan 5 kg. Kita sudah merespons (kelangkaan) dengan mengecek ke gudang Bulog. Ternyata, kesiapan stok bulog di gudang mencukupi, bahkan sampai Juli 2027," ungkap Herman Deru, Jumat (28/8/2026).

  1. 1. Beberapa wilayah masih panen

    Potret Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengenakan batik biru dan peci hitam dalam kesempatan resmi.
    Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Menurutnya, jumlah ketersediaan beras di Sumsel akan terus bertambah seiring panen padi yang masih berlangsung di sebagian wilayah. Meski di tengah kondisi kemarau, beberapa sawah dengan indeks pertanaman (IP) 200 masih berproduksi.

    "Saat ini panen di sawah yang IP-nya 200 sedang jalan di tengah musim kemarau ini. Jadi, nantinya stok beras di gudang Bulog akan terus bertambah," ucap Deru.

    Dengan kondisi tersebut, Deru meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pemerintah memastikan ketersediaan beras masih mencukupi.

    "Saya harap masyarakat tak panic buying. Kita berani menjamin Sumsel tidak akan kekurangan beras," sambungnya.

  2. 2. Minta Harga Beras Medium Diawasi

    Potret Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam dokumentasi kegiatan resmi pemerintahan di Sumsel.
    Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Meski memastikan stok aman, Deru meminta masyarakat tetap ikut mengawasi harga beras di pasaran, terutama untuk beras kategori medium. Masyarakat dapat melaporkan jika menemukan beras medium dijual melebihi Rp12.500 per kilogram.

    "Kalau menemukan beras medium dijual di atas Rp12.500, lapor. Bisa ke lurah, camat, atau ke seluruh aparat penegak hukum, bahwa itu sudah memainkan harga jualnya," terangnya.

    Deru kembali mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras dan membeli sesuai kebutuhan.

    "Untuk itu, masyarakat sekali lagi jangan takut atau panic buying. Beli sesuai yang akan dikonsumsi saja," sambungnya.

    Untuk menjaga harga tetap stabil, Deru juga meminta operasi pasar dilakukan sepanjang Agustus. Dinas Perdagangan dan Bulog diminta turun langsung menjangkau masyarakat.

    "Agustus ini, operasi pasar saya minta dilakukan untuk menjawab semuanya. Disdag, Bulog saya minta turun. Ini juga nanti akan saya sampaikan kepada Pangdam dan Kapolda agar masing-masing institusi melaksanakan operasi pasar," ujarnya.

  3. 3. Stok Sumsel bisa bertahan sampai Juli tahun depan

    Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
    Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Senada, Pimpinan Perum Bulog Sumsel Babel, Ihsan, mengatakan ketersediaan stok beras saat ini dalam kondisi aman. Jumlah tersebut dinilai berpeluang disalurkan ke sejumlah provinsi tetangga yang membutuhkan tambahan pasokan.

    "Stok yang ada di gudang Bulog, khusus di Sumsel, ada 116 ribu ton beras. Itu lebih dari cukup," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More