Dedi Mulyadi Puji Sejarah Palembang, tapi Soroti Masalah Kabut Asap

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memuji sejarah Sriwijaya, budaya, musik, dan kuliner Palembang, tetapi menyoroti kabut asap yang dinilai mengganggu citra kota.
- Dedi menyebut kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan pemerintah daerah Sumatera Selatan karena berdampak pada kualitas udara, sehingga kabut asap perlu dibenahi.
- Dalam Jambore Linmas 2026 di Palembang, Dedi mendorong jaminan sosial ketenagakerjaan bagi anggota Linmas; ia juga memastikan asap belum mengganggu penerbangan.
Palembang, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Kota Palembang memiliki potensi besar untuk dibanggakan, mulai dari sejarah hingga kekayaan budaya dan kulinernya. Namun, menurutnya, masih ada persoalan yang mengganggu citra kota tersebut, yakni kabut asap.
"Palembang, kota yang indah. Kemudian, punya sejarah Kerajaan Sriwijaya yang kuat, musiknya itu sangat membuat kita takjub, ikan patinnya enak," ungkap Dedi, Jumat (28/8/2026).
1. Kualitas udara harus jadi perhatian

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Dedi menjelaskan bahwa permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan bagi Pemda Sumsel. Pasalnya, karhutla menyebabkan persoalan kualitas udara sehingga harus menjadi atensi Pemda.
"Jadi tinggal kabut asapnya yang dibenahi," jelasnya.
2. Sebut kabut asap belum ganggu penerbangan

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Dedi mengatakan kondisi asap yang menyelimuti Palembang tidak sampai mengganggu penerbangannya. Ia memastikan perjalanan udara menuju dan dari Palembang tetap berjalan normal.
"Tidak, penerbangannya tidak terganggu," katanya.
3. Dedi hadir untuk acara Linmas

Dedi Mulyadi bersama Herman Deru di Palembang dalam kegiatan Jambore Satlinmas 2026 (Dok: Pemprov Sumsel) Kedatangan Dedi Mulyadi ke Palembang dalam rangka Jambore Linmas 2026. Menurutnya, Linmas berperan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mulai dari urusan keamanan lingkungan hingga membantu saat kondisi darurat.
"Yang jaga hajatan Linmas, yang kebakaran Linmas, kemudian yang setiap malam ronda Linmas, ngurusin air di sawah Linmas," jelasnya.
Dalam Jambore Satlinmas di Palembang, Dedi Mulyadi mendorong agar para anggota Linmas mendapatkan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
""Sehingga ketika mereka sakit, ketika mereka mengalami kecelakaan dalam melaksanakan tugas dan ketika meninggal, ada santunan bagi keluarga," ujarnya.


















