- Kabupaten OKI: Tulung Selapan, Pangakalan Lampam, Pampangan, Tanjung Lubuk dan Cengal
- Kabupaten Muara Enim: Gelumbang dan Sungai Rotan
- Kabupaten Muba: Desa Muara Medak, Bayung Lencir
- Kabupaten Ogan Ilir: Indralaya Utara
- Kabupaten Banyuasin: Tungkal Ilir.
Sejumlah Wilayah di Sumsel Diguyur Hujan, Jumlah Hotspot Turun Drastis

- Hujan ringan di sejumlah wilayah Sumsel menurunkan hotspot dari 1.142 titik pada 28 Agustus menjadi 287 titik pada 29 Agustus 2026, meski kewaspadaan karhutla tetap ditingkatkan.
- Sejak 1 Januari hingga 28 Agustus 2026, Sumsel mencatat 2.001 kejadian karhutla dengan indikasi lahan terbakar sekitar 1.926 hektare; OKI tertinggi, 354 kejadian.
- Kabut asap terdeteksi hampir di seluruh Sumsel, sementara kualitas udara Palembang, Musi Rawas, dan PALI tidak sehat; penanganan dilakukan lewat patroli, pemadaman, water bombing, pemantauan, dan sosialisasi.
Palembang, IDN Times -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel melaporkan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumsel mengalami penurunan setelah beberapa wilayah diguyur hujan ringan. Berdasarkan SiPongi Kemenhut, hotspot terdeteksi 287 titik pada Sabtu (29/8/2026). Angka tersebut turun setelah sehari sebelumnya masih di atas seribuan, yakni 1.142 titik pada Jumat (28/8/2026).
Beberapa wilayah yang memiliki potensi hujan ringan dengan intensitas sedang yakni Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Muara Enim, Lahat, Pagar Alam dan Musi Rawas Utara (Muratara). Bahkan kondisi udara di Kabupaten OKU Selatan menunjukkan indikator baik dan Muara Enim kategori sedang. Kendati demikian, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih sangat mudah terjadi di beberapa daerah lainnya, terutama Kabupaten OKI yang mencatat hotspot 101 titik.
1. Penurunan hotspot menjadi perkembangan positif dalam pengendalian karhutla

Tim Manggala Agni Daops Sumatra XV/Muba saat mencari sumber air untuk pemadaman karhutla di Muara Medak. (Dok. Manggala Agni) Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan hujan yang turun di sejumlah wilayah tersebut membantu menekan kemunculan hotspot.
"Penurunan hotspot menjadi perkembangan positif dalam pengendalian karhutla. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena hujan belum merata di seluruh wilayah Sumsel," ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah penurunan hotspot, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel masih berada pada kategori tidak sehat. Data DLHP Provinsi Sumsel pada Sabtu (29/8/2026) pukul 06.00 WIB mencatat ISPU Palembang berada di angka 159, Musi Rawas 160 dan PALI 174. Ketiganya masuk kategori tidak sehat. Kemudian disusul Prabumulih 148, Ogan Ilir 130, Musi Banyuasin (Muba) 118, dan Lahat 111.
2. OKI menjadi daerah dengan jumlah karhutla terbanyak yakni 354 kejadian

BPBD Sumsel dan tim pemadam saat memadamkan darat di Indralaya Utara. (Dok. BPBD Sumsel) Sementara itu, BPBD Sumsel mencatat 2.001 kejadian karhutla sejak 1 Januari hingga 28 Agustus 2026. Luas lahan yang terbakar berdasarkan indikasi mencapai sekitar 1.926 hektare.
OKI menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 354 kejadian. Disusul Muba 237 kejadian, Ogan Ilir 229 kejadian, Banyuasin 220 kejadian, Muara Enim 193 kejadian, Palembang 163 kejadian dan PALI 151 kejadian.
"Kita tetap melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah yang masih terdapat karhutla. Penurunan hotspot ini tentunya sangat membantu dalam upaya pengendalian karhutla," terang Sudirman.
3. Kabut asap terdeteksi hampir di seluruh wilayah Sumsel

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat karhutla. (Dok. Mushaful Imam/Walhi Sumsel) Saat ini fokus penanganan karhutla berada dilakukan si beberaoa daerah di bawah ini:
Sementara pantauan kabut asap pada Sabtu (29/8/2026) berdasarkan ASMC ASEAN Regional Haze Station, kabut asap terdeteksi hampir di seluruh wilayah Sumsel.
"Penanganan karhutla tetap dilakukan melalui patroli darat dan udara, pemadaman di lokasi, operasi water bombing menggunakan helikopter, pemantauan hotspot serta sosialisasi pencegahan kepada masyarakat," ucap Sudirman.



















