Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemarau Sumsel Capai Puncak Juli-Agustus, Waspada Karhutla

Kemarau Sumsel Capai Puncak Juli-Agustus, Waspada Karhutla
Ilustrasi pemadaman udara melalui Helikopter Water Boombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra (Dok. BNPB)
Intinya Sih
  • BMKG memprediksi musim kemarau di Sumsel dimulai Mei 2026 dan mencapai puncak Juli–Agustus, dengan durasi sekitar 3–5 bulan serta potensi meningkatnya risiko Karhutla.
  • Dua zona, yaitu ZOM 125 dan 135, diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal satu bulan dibanding wilayah lain, sementara bagian tengah Sumsel menghadapi kemarau terlama hingga 15 dasarian.
  • Pemerintah Provinsi Sumsel mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi Karhutla yang diperparah fenomena El Nino dan mendorong langkah antisipasi sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Sumsel akan memasuki puncak musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan. Dalam perhitungan BMKG, kondisi kemarau akan dimulai pada Mei 2026 dan mencapai puncaknya di Juli hingga Agustus sehingga berpotensi mengakibatkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Durasi musim kemarau di Sumsel tahun ini diperkirakan berlangsung antara 7-15 dasarian, atau sekitar 3-5 bulan," ungkap Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis, Senin (23/3/2026).

1. Dua zona berpotensi alami puncak kemarau lebih dulu

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Wandayantolis menerangkan, kondisi musim hujan tahun ini dipengaruhi oleh Zona Musim (ZOM). Beberapa zona patut diwaspadai di antaranya ZOM 125 meliputi wilayah Palembang, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, dan Ogan Ilir. Lalu, ZOM 135 yang mencakup wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur.

"Berdasarkan analisis iklim, puncak musim kemarau lebih dulu terjadi di Zona Musim (ZOM) 125 dan 135. Wilayah ini berpotensi mengalami puncak kemarau lebih awal satu bulan," jelasnya.

2. Sumsel bagian tengah berpotensi alami kemarau lebih panjang

Proses pemadaman api karhutla (IDN Times/BPBD Sumsel)
Proses pemadaman api karhutla (IDN Times/BPBD Sumsel)

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus mendatang. Namun, untuk ZOM 137 yang meliputi Pagar Alam, wilayah selatan dan barat Lahat, sebagian kecil Musi Rawas bagian selatan, serta sebagian wilayah timur Empat Lawang, puncak kemarau diperkirakan mundur sekitar satu bulan dari kondisi normal.

Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam menghadapi potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta keterbatasan ketersediaan air bersih selama periode tersebut.

"Wilayah Sumsel bagian tengah diprediksi mengalami kemarau terlama selama 13-15 dasarian," jelasnya.

3. Pemprov ingatkan potensi karhutla dan El Nino

Kantor Gubernur Sumsel (IDN TImes/Rangga Erfizal)
Kantor Gubernur Sumsel (IDN TImes/Rangga Erfizal)

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta masyarakat untuk berhati-hati terkait potensi kemarau yang terjadi tahun ini. Kondisi kemarau disinyalir akan diperparah fenomena El Nino.

"Perhatikan wilayah-wilayah rawan karhutla di Sumsel. Pemprov juga telah memetakan (daerah rawan), terutama menjelang datangnya fenomena El Nino," jelas Deru.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More