Keliru Pilih Bisa Rugi, Ini Beda Emas 10–22 Karat di Palembang

- Emas perhiasan Palembang dibedakan menjadi kadar muda 8–17 karat dan kadar tua 18–24 karat, dengan satuan tradisional 'suku' setara 6,7 gram yang diwariskan turun-temurun.
- Emas kadar muda seperti 8–10 karat mengandung campuran logam lain sehingga lebih keras, ekonomis, dan cocok untuk penggunaan harian dengan tampilan modern serta elegan.
- Emas kadar tua 18–22 karat memiliki warna lebih berkilau, kandungan emas tinggi hingga 91,6 persen, stabil untuk investasi, dan sering digunakan pada desain perhiasan mewah.
Palembang, IDN Times - Belum banyak yang paham bahwa emas perhiasan memiliki berbagai kadar. Termasuk emas perhiasan Palembang, biasanya jenis emas dibedakan dengan kadar muda dan tua. Emas kadar rendah atau biasa disebut emas muda dikategorikan dalam skala 8-17 karat, sementara emas kadar tinggi, yang lazim disebut emas tua, mulai 18-24 karat.
Di Palembang, perhiasan emas kadar tua untuk jenis 22-24 karat kerap dijual dengan satuan suku ketimbang gram. Satuan per suku setara dengan 6,7 gram. Penyebutan suku sudah berlangsung turun-temurun dari nenek moyang di Palembang. Sebutan ini sama dengan negara serumpun, seperti Malaysia dan Singapura.
1. Emas perhiasan Palembang dijual per suku

Menurut salah satu pemilik toko emas di Perumnas Palembang, Awi, istilah suku sama dengan penyebutan Troy ons di Amerika dengan berat emas 31,1 gram per satuan transaksi jual atau beli.
Nilai emas perhiasan Palembang per suku, kandungannya 92 persen emas tua campuran perak. Sedangkan negara serumpun, kadar emas 91,6 persen dengan campuran tembaga.
"Kalau ditanya sejarahnya secara pasti, belum ada kajiannya kenapa. Tapi suku ini membentuk satuan emas untuk barter di zaman dulu. Dulu, sebelum ada uang tunai, kita pakai emas untuk transaksi barang untuk jual dan beli, untuk barang ke barang," jelas dia.
2. Emas perhiasan 10 karat lebih sering dipakai untuk keseharian

Secara karakteristik, emas perhiasan kadar rendah seperti 8 karat sering disebut perhiasan rose gold. Emas bisa dicampur dengan tembaga, nikel, atau paladium. Jenis ini banyak digemari karena modern dan elegan.
Kemudian, emas 10 karat biasanya memiliki kandungan emas sekitar 41,7 persen dan sisanya berupa logam campuran. Karena pencampuran komposisi logam lain, emas ini memiliki tingkat kekerasan lebih tinggi dan tahan terhadap goresan.
Jenis ini cocok digunakan sebagai perhiasan harian. Meski warnanya tidak sepekat emas kadar tinggi, tampilannya tetap menarik. Dari segi harga, emas 10 karat lebih ekonomis, sehingga menjadi pilihan tepat bagi yang ingin bergaya tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
3. Emas kadar 22 karat memiliki kandungan emas murni 91,6 persen

Kemudian, perbandingan emas tua dengan kadar 22 karat biasanya terlihat lebih berkilau dan mewah, serta warna kuning emas lebih terang. Emas kadar ini memiliki kandungan emas sekitar 91,6 persen dan sisanya merupakan campuran logam lain seperti tembaga atau perak untuk meningkatkan kekuatan agar tidak mudah bengkok.
Jenis ini banyak diminati karena mampu memberikan keseimbangan antara keindahan dan ketahanan. Sekaligus saat dijual kembali, emas perhiasan kadar tua bisa dijual dengan harga tinggi.
Dari sisi desain, emas 22 karat sangat beragam, mulai dari cincin, kalung, hingga anting. Harga jualnya juga cukup stabil sehingga sering dijadikan alternatif untuk investasi sambil tetap menikmati keindahan perhiasan.
Sementara emas kadar 18 karat mengandung sekitar 75 persen emas murni dan sisanya adalah logam campuran. Komposisi ini membuat emas lebih kuat dan tidak mudah tergores. Jenis ini sangat cocok untuk perhiasan yang dihiasi batu mulia seperti berlian, zamrud, maupun safir.
Karena struktur yang lebih kokoh, emas ini memungkinkan mempertahankan bentuknya dalam jangka waktu lama. Warna emas 18 karat cenderung lebih lembut, namun tetap memberikan kesan eksklusif. Selain itu, harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan emas 22 karat membuat emas kadar 18 karat menjadi pilihan populer bagi banyak orang.

















