Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras yang saat ini mencapai sekitar 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026 yang tersebar di jaringan gudang BULOG di seluruh Indonesia. Besarnya stok tersebut merupakan hasil akumulasi penguasaan stok awal tahun dan penyerapan gabah petani dalam negeri yang terus dilakukan sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan kuatnya kapasitas BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Dok. BULOG)
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan produksi beras Sumsel masih mencukupi kebutuhan masyarakat meski sebagian gabah diserap pedagang dari luar daerah.
Menurut Bambang, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Sumsel yang berpenduduk hampir 9 juta jiwa mencapai sekitar 72 ribu ton per bulan atau sekitar 850 ribu ton per tahun.
"Produksi beras Sumsel tahun lalu mencapai sekitar 2,1 juta ton. Sumsel masih surplus beras," jelasnya.
Di sisi lain, masuknya pedagang dari luar daerah membuat persaingan dalam penyerapan gabah semakin tinggi. Salah satunya berasal dari Sumatra Barat (Sumbar) di mana para pedagang mampu menghargai gabah lebih tinggi.
"Pedagang-pedagang dari luar Sumsel itu masih mampu membelinya karena mereka punya harga jual yang lebih tinggi," kata Bambang.