Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Sumsel Bicara Ekspor Sumsel Usai Kesepakatan Indonesia-AS
Aktivitas ekspor Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Amerika Serikat dan Indonesia sepakat menurunkan tarif bea cukai menjadi nol persen untuk sejumlah komoditas, membuka peluang besar bagi ekspor unggulan Sumatra Selatan.
  • Gubernur Sumsel Herman Deru menekankan pentingnya fokus pada komoditas prioritas seperti karet dan sawit agar mampu bersaing di pasar global dengan kualitas dan harga kompetitif.
  • BPS Sumsel mencatat peningkatan ekspor nonmigas hingga 23,21 persen pada Januari 2025, didorong oleh lonjakan nilai ekspor batu bara, CPO, serta produk karet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif bea cukai menjadi nol persen untuk sejumlah komoditas ekspor, termasuk produk unggulan dari Sumatra Selatan.
  • Who?
    Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala BPS Sumsel Wahyu Moh Yulianto, serta para pengusaha karet dan sawit di wilayah tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Palembang dalam acara High Level Meeting TPID-TP2DD se-Sumatra Selatan.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa malam, 24 Februari 2026.
  • Why?
    Kebijakan tarif nol persen diharapkan meningkatkan daya saing ekspor unggulan Sumsel dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta nasional.
  • How?
    Pemerintah daerah dan pelaku usaha diminta memprioritaskan komoditas potensial seperti CPO, karet, kopi, kakao, rempah-rempah, tekstil, serta menjaga kualitas dan kapasitas produksi agar kompetitif di pasar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati sejumlah komoditas dengan kebijakan penurunan tarif bea cukai nol persen. Terkait kesepakatan itu, beberapa produk ekspor unggulan Sumatra Selatan diyakini mampu bersaing secara global serta ditargetkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam tren positif.

"Peluang (ekspor) kita. Mudah-mudahan membantu ekonomi nasional, apalagi kita tahu, Sumsel banyak komoditi unggulan," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru, saat dikonfirmasi dalam kegiatan High Level Meeting TPID-TP2DD se-Sumatra Selatan pada Selasa (24/2/2026) malam kemarin.

1. Ekpor komoditas Sumsel dinilai makin kompetitif

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Namun menurut Deru, meski mendapati prospek besar terhadap daya saing dunia. Pihak terkait seperti pengusaha karet dan sawit Sumsel harus benar-benar menyoroti peluang terbaik. Sehingga kesempatan kompetitif produk unggulan bisa menjadi prioritas pilihan AS. Apalagi, kata dia, saat ini karet Sumsel berada pada nilai cukup rendah terhadap harga jual.

"Tapi yang perlu diperhatikan mana komoditas yang benar-benar prioritas kirim ke AS, karena kondisi ini makin kompetitif dan bersaing global," jelas dia.

2. Penting memerhatikan kualitas produk untuk meningkatkan ekspor Sumsel

Produk ekspor Sumsel (Dok. IDN Times)

Secara garis besar, hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan peluang ekspor unggulan Sumsel agar mampu bersaing, yakni harus memerhatikan kualitas produk, kemampuan produksi, dan kompetitifnya harga produk negara lain.

Terlebih, berdasarkan kesepakatan beberapa komoditas yang mendapatkan tarif nol persen ke pasar AS, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik semikonduktor dan komponen pesawat terbang.

Kemudian tarif nol persen yang telah disetujui bersama yakni produk tekstil dan garmen (apparel) melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).

3. Optimistis ekspor Sumsel dalam tren positif untuk komoditas CPO

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Wahyu Moh Yulianto, berharap para eksportir produk unggulan Sumsel dapat meningkatkan kemampuan produksi untuk memanfaatkan peluang besar pasar internasional.

Wahyu menilai apabila berkaca pada data tahun sebelum 2025, ekspor unggulan Sumsel mengalami peningkatan khusus pada komoditas nonmigas. Melihat situasi itu, ia yakin ekonomi daerah bisa lebih baik didorong oleh peluang peminat Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit yang tinggi.

Berdasarkan data BPS Sumsel, per Januari 2025, ekspor mengalami kenaikan signifikan. Yakni meningkat sebesar 18,87 persen atau mendapatkan nilai ekspor sebesar 543,43 juta dolar AS.

Peningkatan ekspor tersebut, kata Wahyu, didorong oleh nilai ekspor nonmigas yang meningkat sebesar 23,21 persen atau mencapai 616,20 juta dolar AS. Kenaikan ekspor nonmigas lanjutnya disebabkan oleh peningkatan signifikan nilai ekspor komoditas batu bara, CPO, karet dan barang dari karet.

Editorial Team