Gerindra: Sumbar Butuh Skuadron SAR Permanen

- Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Barat mendorong pembentukan skuadron udara SAR permanen untuk memperkuat sistem mitigasi dan respons kebencanaan di wilayah rawan bencana tersebut.
- Khairuddin Simanjuntak menilai skuadron SAR penting karena kondisi geografis Sumbar yang rawan gempa, tsunami, banjir bandang, dan longsor, serta sulitnya akses ke lokasi terdampak bencana.
- Pembentukan skuadron dianggap investasi kemanusiaan yang memerlukan sinergi BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri agar tercipta sistem komando terpadu dengan dukungan regulasi serta anggaran pemerintah pusat.
Padang, IDN Times - Untuk memperkuat sistem mitigasi dan respons kebencanaan daerah, Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat mendorong keberadaan Skuadron udara Search and Rescue (SAR).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, yang memiliki beberapa pertimbangan untuk mendorong Pemerintah Provinsi membentuk skuadron SAR tersebut.
“Pembentukan Skuadron SAR permanen di Sumatera Barat merupakan kebutuhan mendesak. Kita membutuhkan sistem respons cepat yang terintegrasi dan siaga 24 jam," katanya saat diwawancarai Rabu (25/2/2026).
1. Kenapa Sumbar butuh skuadron SAR?

Khairuddin mengatakan, pembentukan skuadron SAR permanen di Sumbar sangat dibutuhkan lantaran kondisi geografis dan karakteristik wilayah Sumatera Barat yang berada di kawasan rawan gempa.
"Kita juga memiliki bentang alam perbukitan serta garis pantai yang panjang, menjadikan kita sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan tanah longsor," katanya.
Menurutnya, dengan begitu, Sumbar membutuhkan dukungan armada udara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses saat bencana terjadi di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau menggunakan jalur darat.
2. Pembelajaran dari bencana sebelumnya

Khairuddin mengatakan, dalam berbagai peristiwa bencana sebelumnya, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses menuju lokasi terdampak akibat infrastruktur terputus.
"Keberadaan skuadron SAR dengan dukungan helikopter evakuasi, tim penyelamat terlatih, serta peralatan modern akan mempercepat proses penyelamatan korban dan distribusi bantuan kemanusiaan," katanya.
Ia memandang, pembentukan skuadron sebagai langkah strategis jangka panjang, bukan sekadar respons situasional. Tetapi harus segera dilakukan kajian teknis dan kebutuhan operasional pembentukannya.
“Pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait kebencanaan guna memperoleh dukungan regulasi dan anggaran,” katanya.
3. Harus lakukan investasi kemanusiaan

Untuk melakukan pengkajian tersebut, menurutnya, dibutuhkan juga penguatan sinergi antara BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri dalam satu sistem komando terpadu yang efektif dan responsif.
“Ini adalah investasi kemanusiaan. Setiap detik dalam situasi bencana sangat berarti. Negara harus hadir dengan sistem yang kuat untuk melindungi rakyatnya,” katanya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung inisiatif tersebut demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi risiko bencana yang tinggi.



![[BREAKING] Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tutup Usia](https://image.idntimes.com/post/20240408/img-20240408-wa0021-fb40c0c55e97fe1bd3a09e42a969990c.jpg)













