Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gandus-Pulokerto Jadi Wilayah Rawan Karhutla saat Kemarau
Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)
  • Karhutla terjadi di Kelurahan Pulokerto, Gandus, Palembang, saat musim kemarau. Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi lahan kosong dan semak belukar kering.
  • Pemerintah Kecamatan Gandus menyosialisasikan pencegahan melalui RT, RW, dan kelurahan, termasuk imbauan agar warga tidak membuang puntung rokok di sekitar lahan kosong.
  • Api di Pulokerto berhasil dikendalikan pada 4 Agustus 2026 malam oleh tim gabungan. Penyebab kebakaran dan luas lahan terdampak masih dalam pendataan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai merambah wilayah Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Kondisi cuaca kering meningkatkan potensi karhutla di kawasan Pulokerto dan Gandus yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena masih didominasi lahan kosong dan semak belukar.

"Benar, kebakaran terjadi di Kelurahan Pulokerto. Wilayah Pulokerto dan Gandus memang termasuk daerah yang rawan karhutla karena masih banyak lahan kosong," ungkap Camat Gandus Jufriyansah, Rabu (5/8/2026).

1. Lakukan imbauan ke warga

Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

Untuk menekan risiko kebakaran, pemerintah kecamatan mengaku telah melakukan berbagai langkah pencegahan. Sosialisasi terus dilakukan kepada ketua RT, RW, hingga perangkat kelurahan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lahan kosong.

Salah satu imbauan yang terus disampaikan adalah agar warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika memancing atau berkumpul di area yang dipenuhi semak kering. Tindakan sederhana tersebut dinilai dapat memicu munculnya titik api di tengah kondisi cuaca yang kering.

"Kami sudah menyampaikan imbauan melalui RT, RW, dan perangkat kelurahan agar masyarakat yang beraktivitas di lahan kosong tidak membuang puntung rokok sembarangan," katanya.

2. Kebakaran di Pulokerto sudah diatasi

Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Jufriyansah menambahkan, potensi karhutla tidak hanya terdapat di Kecamatan Gandus. Sejumlah wilayah lain di Kota Palembang yang masih memiliki hamparan lahan kosong juga menghadapi ancaman serupa selama musim kemarau, sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.

"Kebakaran yang terjadi di Pulokerto berhasil ditangani sebelum meluas. Luas lahan yang terdampak diperkirakan kurang dari satu hektare sehingga api dapat dikendalikan dengan cepat," jelasnya.

3. Penyebab kebakaran belum diketahui

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, membenarkan wilayah Pulokerto dan Gandus memiliki potensi terjadinya karhutla. Hal itu dipengaruhi oleh masih luasnya hamparan lahan kosong, terutama di kawasan yang berbatasan dengan ruas Tol Kayu Agung–Palembang.

Menurut Ferdian, tim Manggala Agni langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan munculnya titik api. Bersama tim gabungan, petugas melakukan upaya pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 20.08 WIB.

"Fokus kami saat ini adalah melakukan pemadaman. Untuk penyebab kebakaran maupun luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan," kata Ferdian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article